Pejati

QUESTION:

Di saat nangkil di Pura Gunung Salak – Bogor, kami berangkat dengan membawa pejati, tipat akelan dan ajengan.

Sesajen ini kami beli di Pura Rawamangun, di tengan jalan sempat ada keraguan tentang isi dari sesajen ini, apakah sudah lengkap sarana/ elemennya. Akhirnya kami pasrahkan saja. Read more » Pejati

Satyam, Siwam, Sundaram Menuju Moksartham Jagadhita

APAN IKING DADI WWANG, UTTAMA JUGA YA, NIMITTANING MANGKANA, WENANG YA TUMULUNG AWAKNYA SANGKENG SANGSARA, MAKASADHANANG SUBHAKARMA, HINGANING KOTTAMANING DADI WWANG IKA. (SARASAMUSCCAYA, 4)

Atman yang menjelma menjadi manusia adalah sungguh utama, sebab ia akan dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia. Read more » Satyam, Siwam, Sundaram Menuju Moksartham Jagadhita

Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni

PENDAHULUAN

Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni adalah bentuk upacara pembakaran bagi jenasah yang baru meninggal dunia, tetapi belum dapat disebut Ngaben. Cara ini ditempuh bilamana:

  1. Kekurangan biaya ngaben.
  2. Bila masih ada panglingsir sang lina yang belum diaben.
  3. Ada rencana dalam waktu dekat akan ngaben bersama keluarga lain. Read more » Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni

Tirtha dan Pola Dasar Pemujaan

Tirtha dipandang sebagai air suci yang mengandung tuah atau kekuatan, yang berasal dari Roh Yang Maha Esa, atau dari Roh-roh Suci para Bhatara dan Dewa yang dipuja. Tuah atau kekuatan yang dikandungnya itu beraneka ragam, yang pasti, tuah itu memberikan perasaan bersih, terlindung, dan bahagia.

Untuk mempelajari bagaimana cara membuat Tirtha Penyucian dan cara memohon Tirtha Berkah (wasuh pada), maka akan diungkapkan terlebih dahulu bagaimana Pola Dasar disusun, kepercayaan yang menunjangnya serta beberapa prinsip yang harus dipenuhi. Read more » Tirtha dan Pola Dasar Pemujaan

Upacara Pengabenan Swasta Agni Nandang Mantri

1. PENDAHULUAN

Pengabenan Swasta Agni adalah pengabenan sederhana dengan biaya rendah yang sangat dianjurkan kepada masyarakat dewasa ini.

Dalam menyelenggarakan upacara yadnya dikenal ada tiga tingkatan upacara, yaitu: Utama, Madya, dan Kanista; masing-masing tingkatan itu dibagi lagi menjadi tiga tingkatan sehingga menjadi: Kanistaning Utama, Madyaning Utama, dan Utamaning Utama, demikian seterusnya sehingga sebenarnya seluruh tingkatan itu menjadi sembilan. Read more » Upacara Pengabenan Swasta Agni Nandang Mantri

Seluk Beluk Caru dan Tawur

Pendahuluan

Dalam Bahasa Sanskerta, caru artinya cantik, indah, harmonis; dalam Bahasa Kawi, caru artinya kurban. Sebagai kata kerja, mecaru artinya menghaturkan kurban untuk memperindah dan mengharmoniskan sesuatu. Dalam arti yang lebih tegas, mecaru adalah suatu upacara kurban yang bertujuan untuk mengharmoniskan bhuwana agung dan bhuwana alit agar menjadi baik, indah, lestari.

Dengan demikian, upacara mecaru adalah aplikasi dari filosofi Trihitakarana, seperti yang disebutkan dalam Lontar Pakem Gama Tirta, agar terjadi keharmonisan dalam hubungan antara manusia dengan Sanghyang Widhi (Parhyangan), hubungan antara manusia dengan sesama manusia (Pawongan) dan hubungan antara manusia dengan alam (Palemahan). Read more » Seluk Beluk Caru dan Tawur

Page 1 of 912345...Last »