Pada abad ke-10 terjadi migrasi penduduk dari Thailand ke Indonesia. Mereka berasal dari Kerajaan Champa, dengan Rajanya dari Dinasti Warman. Di Indonesia mulanya mereka menetap di Kutai Kartanegara (Tenggarong), Kalimantan Timur. Sebagian berpindah ke Palembang (Sumatra Selatan) dan ke Bali (Buleleng). Yang di Buleleng mendirikan Kerajaan Singhadwala dengan istananya di Penyusuan (sekarang berdiri Pura Penegil Dharma, Kubutambahan). Raja pertama adalah Sri Kesari Warmadewa (913M – 955M). Read more » Sejarah dan Silsilah Raja-Raja Warga Prebali
Mudah-mudahan tiada halangan! Permohonan maaf hamba ke hadapan arwah para leluhur yang disemayamkan dalam wujud Ongkara dan selalu dipuja dengan hati suci. Dengan memuja dan memuji kebesaran Sanghyang Siwa semoga penulis terhindar dari segala kutukan, derita, cemar, duka-nestapa, dan halangan lainnya. Mudah-mudahan tujuan hamba yang suci ini berhasil serta bebas dari dosa-dosa karena menguraikan cerita leluhur di masa lampau, semoga direstui sehingga mendapat kejayaan, keselamatan, keabadian, panjang usia, sampai dengan seluruh keluarga turun temurun. Read more » Babad Pulasari
QUESTION:
- Titiang punya batu permata, warnanya putih susu bercampur agak kuning, dulu batu niki diberikan oleh seorang Mpu saking desa banjar, singaraja, sekarang beliau sdh almarhum. Menurut beliau batu ini disebut batu pulaki, apa sebenarnya batu pulaki puniki, napi wenten kegunaannya?
- Kocap wenten batu kresna dana, batu permata macam apa niki, napi kegunaannya? napi wenten sane ngadol? Read more » Batu Pulaki
Penggunaan “pedagingan” pada pelinggih-pelinggih atau bentuk-bentuk niyasa di suatu Pura atau Sanggah Pamerajan diatur dalam Lontar Bhuwana Tattwa Maha Rsi Markandheya, Gong Besi, dan Sanghyang Aji Swamandala.
Jika bangunan-bangunan itu tidak diberi pedagingan maka dalam Sanghyang Aji Swamandala disebutkan: Read more » Pedagingan
Prinsipnya, hubungan seks di luar nikah oleh agama manapun dilarang. Bagi pemeluk Hindu di Bali, diuraikan dalam Trikaya Parisudha tentang Kayika, yang disebut: “tan paradara”.
Pengertian tan paradara ini diartikan luas sebagai menggoda, bersentuhan seks, berhubungan seks, bahkan menghayalkan seks dengan wanita/ lelaki lain yang bukan istri/ suaminya yang sah. Read more » Hubungan Seks di Luar Nikah Menurut Hindu
Tanggal 05 Nopember 1999 saya melakukan upacara Seda-Raga, yaitu suatu upacara yang dilakukan sebelum “me-Diksa” menjadi Brahmana (Pandita).
1. Prosedur mati seperti wafatnya Panca Pandawa: mulai dari kaki (Nakula-Sahadewa), suhu badan menurun-dingin (Arjuna), tenaga (Bima), terakhir: Atman(Yudistira). Read more » Seda Raga
|
|
Recent Comments