Search results for ' sloka'
Sloka yang mengatur dengan tegas (hitam di atas putih) tentang cara berbusana bagi para walaka (bukan Sulinggih) belum saya temukan, mungkin rekan-rekan lain ada yang tahu, silakan memberi masukan.
Bagi para Sulinggih (Pandita, Bhiksu/ Wiku) disebutkan dalam Silakrama tentang Satyabrata dan Amari Wesa. Read more » Cara Berbusana
QUESTION:
1. Apa hukumnya bagi umat Hindu yang tidak melaksanakan ajaran agama Hindu:
a. Mebakti tidak menggunakan kramaning sembah
b. Membuat banten tidak menggunakan petunjuk kitab suci (pelelutuk)
c. Nganteb banten tidak menggunakan pedoman yang ada
d. Tingkah laku sehari-hari yang melanggar ajaran-ajaran agama Hindu Read more » Apa Hukumnya Tidak Melaksanakan Ajaran Hindu?
Bacalah beberapa Sloka Niti Sataka di bawah ini, yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan.
7. YADAKINCI JJNYOAHAM DVIPA IVA MADANDHAH SAMABHAVAM, TADA SARVAJNO ASMITYA BHAVADA VALIPTAM MAMA MANAH, YADA KINCITKINCID BUDHAJANA SAKASADAVAGATAM, TADA MURKHOASMITI JVAR IVA MADO ME VYAPAGATAH.
Read more » Sloka Niti Sataka
QUESTION:
1. Dalam kisah Ramayana dan Mahabrata atau kisah-kisah lainnya, sering tersirat bahwa di antara Dewa seperti ada hubungan yang terpisah… seperti pada bagian Dewa Indra berusaha membantu Arjuna dengan meminta pusaka yang dimiliki Karna sejak lahir, di mana Karna merupakan keturunan dari Dewa Surya…
Seolah-olah dalam cerita ini Dewa-Dewa tersebut memang berbeda, sedangkan keyakinan dalam agama Hindu bahwa Tuhan hanya satu tetapi disebut dengan banyak nama. Read more » Pemahaman Tentang Tuhan dan Dewa
Ada pertanyaan dari teman-teman tentang Manawa Dharmasastra atau Manu Dharmasastra. Saya kutipkan kalimat dari Buku Parasara Dharmasastra (wedasmerti untuk kaliyuga) oleh Wayan Maswinara, penerbit Paramita 1999, pada halaman 2 – 3.
Menurut ajaran Hindu, masa atau jaman ini dibagi menjadi 4 yuga atau siklus, dan setiap samhita diperuntukkan bagi setiap yuga. Read more » Manu dan Parasara Dharmasastra
Joyoboyo adalah seorang Raja Panjalu/Kediri keturunan Erlangga, bertahta sejak 1130 M sampai 1160 M (selama 30 tahun). Beliau dikenal dengan nama Sri Jayabhaya atau Prabu Jayabhaya. Setelah Erlangga turun tahta sebagai raja Kahuripan wilayah kerajaan terbagi dua, yakni Panjalu (sekarang : Kediri) dan Jenggala (sekarang : Singosari). Sri Jayabhaya berhasil menyatukan kembali kedua wilayah itu pada tahun 1130. Read more » Tenung Joyoboyo Untuk Perkawinan
|
|
Recent Comments