Pernikahan Antar Negara dengan Status Nyentane

QUESTION:

Kakak perempuan saya melangsungkan pernikahan dengan orang asing yang berasal dari belanda dengan status “nyentane” (keadministrasian sudah lengkap, tri saksi). Yang ingin saya tanyakan:

  1. Setelah dia meninggal dan dikubur sampai akhirnya diaben apakah prosesnya sama dgn orang yg beragama Hindu asli?
  2. Apakah boleh dilinggihang di pura paibon ibu saya?
  3. Apa bedanya orang Hindu yang nyentane dengan orang asing yang nyentane? Read more » Pernikahan Antar Negara dengan Status Nyentane

Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya

PENDAHULUAN

Kata-kata pembukaan dari Lontar Siwa Sasana kiranya perlu diingat kembali oleh para Sulinggih: … “Inilah Sang Sadaka yang patut dijadikan Guru Upadyaya (guru besar) oleh dunia, yaitu:

  1. Acarya Pandita adalah Sadaka yang paling tua termasuk yang umurnya paling tua
  2. Acarya yang pandai mengetahui tentang ilmu suara, tatabahasa, mendalami agama, dan teguh dalam ilmu pengetahuan Read more » Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya

Jero Mangku

Tata cara “pengangkatan” Jero Mangku yang telah disyahkan PHDI ada tiga, yaitu dengan cara:

1. Nyanjan atau nurunang Ida Bethara kemudian melalui sutri yang kodal ditunjuklah orang yang disenangi menjadi Jero Mangku.

2. Muspa memakai kwangen: beberapa orang yang dipandang memenuhi syarat sebagai Jero Mangku dikumpulkan lalu kepada mereka dibagikan kwangen yang salah satunya berisi aksara Ongkara yang diselipkan secara rahasia dan tersembunyi. Read more » Jero Mangku

Karya Mamungkah

QUESTION:

Tiang punya pertanyaan mengenai karya mamungkah yang dilaksanakan di banjar-banjar di Bali. Yang mana karya tersebut diikuti dudonan karya yang setiap banjarnya berbeda-beda. Pertanyaan titiang adalah tentang definisi atau makna dari upacara:

  1. Neteg Beras
  2. Mendak Siwi
  3. Melasti
  4. Nyegara Gunung
  5. Mesasap Cokor
  6. Ngatep Karya

Read more » Karya Mamungkah

Menjadi Sulinggih di Jaman Kali

Kedudukan Pandita (Pendeta) dalam masyarakat Hindu sangat mulia sehingga dinamakan Sulinggih, artinya kedudukan yang utama. Selain disebut sebagai Sulinggih juga disebut sebagai Sang Dwijati, artinya yang lahir kedua kali.

Kelahiran pertama dari rahim Ibu sebagai manusia biasa yang membawa karma wasana dari atman yang ber-reinkarnasi. Karma wasana terdiri dari dua kelompok yaitu Swabhawa dan Guna. Swabhawa adalah bibit-bibit sifat sedangkan Guna adalah bibit-bibit minat dan bakat. Read more » Menjadi Sulinggih di Jaman Kali

Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni

PENDAHULUAN

Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni adalah bentuk upacara pembakaran bagi jenasah yang baru meninggal dunia, tetapi belum dapat disebut Ngaben. Cara ini ditempuh bilamana:

  1. Kekurangan biaya ngaben.
  2. Bila masih ada panglingsir sang lina yang belum diaben.
  3. Ada rencana dalam waktu dekat akan ngaben bersama keluarga lain. Read more » Upacara Sawa Preteka Mapendem Ring Geni
Page 1 of 20123451020...Last »