Sejarah dan Silsilah Raja-Raja Warga Prebali

Pada abad ke-10 terjadi migrasi penduduk dari Thailand ke Indonesia. Mereka berasal dari Kerajaan Champa, dengan Rajanya dari Dinasti Warman. Di Indonesia mulanya mereka menetap di Kutai Kartanegara (Tenggarong), Kalimantan Timur. Sebagian berpindah ke Palembang (Sumatra Selatan) dan ke Bali (Buleleng). Yang di Buleleng mendirikan Kerajaan Singhadwala dengan istananya di Penyusuan (sekarang berdiri Pura Penegil Dharma, Kubutambahan). Raja pertama adalah Sri Kesari Warmadewa (913M – 955M).

Ketika beliau digantikan oleh putra-putrinya bernama Sri Hari Tabanendra Warmadewa dan Sri Subadrika Warmadewa (955M – 967M) istana dipindahkan ke Serai (Kintamani), karena istana di Penyusuan sering diganggu perompak/bajak laut.

Pemukiman di Serai juga tidak lama, karena mereka menemukan daerah yang sangat subur di selatan. Maka pada pemerintahan putranya bernama Sri Candrabhayasingha Warmadewa (967M – 968M) istana dipindahkan ke Tampaksiring (Gianyar)

Dari Tampaksiring berpindah ke Bedahulu ketika Raja Sri Janasadhu Warmadewa (968M – 983M) bertahta.

Istana Bedahulu sebagai pusat pemerintahan terus dipertahankan oleh Raja Wijaya Mahadewi (983M – 988M) sampai ke anaknya yang bernama Sri Dharmodayana Warmadewa (Udayana). Beliau memerintah bersama-sama permaisurinya: Sri Mahendradatta (Sri Gunapria Dharmapatni (983M – 1011M)

Beliau berputra dua orang; yang tua bernama Airlangga, dan adiknya: Anak Wungsu. Pada tahun 1019 Airlangga peri ke Jawa Timur, sedangkan adiknya tetap di Bali, namun istananya dipindahkan ke Tampaksiring. Beliau bergelar Dharmawangsa Wardana Marakata Pangkaja Sthana Uttunggadewa (1072 M – 1098).

Antara tahun 1011M – 1072M Bedahulu dikuasai oleh Raja lain yang bukan dari Dinasti Warmadewa, bernama Sri Suradhipa.

Anak Wungsu digantikan putranya bernama Sakala Indukirana Isanagunadharma Laksmi Dharawijaya Uttunggadewi (1098M – 1133M) yang istananya tetap di Tampaksiring.

Tahun 1133M sampai 1325M terjadi pergolakan dan peperangan yang menyebabkan istana Bedahulu diduduki oleh Raja-Raja lain. Tahun 1325M keturunan Dinasti Warmadewa bernama Dharma Uttungga Warmadewa berhasil merebut Bedahulu. Beliau bertahta sampai tahun 1328M.

Raja-Raja selanjutnya adalah Bhatara Sri Wala Jaya Kertaning Rat (1328M – 1337M), dan Bhatara Sri Asta Asura Ratnabumibanten (Sri Tapolung) bertahta sampai tahun 1343.

Inilah Raja terakhir dari Singhadwala, yang dikalahkan oleh Majapahit. Sejak tahun 1343 Bali dikendalikan oleh penguasa sementara dari Majapahit bernama: Kiyai Patih Wulung berkedudukan di Gelgel (Klungkung). Nama kerajaan adalah Bali Dwipa.

Di zaman pemerintahan Dalem Waturenggong (1460M – 1550M) Purohita (Pendeta Kerajaan) bernama Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh (Ida Danghyang Nirartha). Atas nasihatnya kepada Raja, administrasi kependudukan ditertibkan; lelintih (soroh) dan kasta di tata kembali, dengan pembagian tugas/wewenang serta hak/kewajiban yang jelas. Bagi penduduk yang masih ada hubungan kekeluargaan atau keturunan langsung dari bekas Raja-Raja penguasa sebelum era penjajahan Majapahit, diberi gelar/kasta “Prebali”

Penugrahan Dalem Waturenggong kepada Warga Prebali antara lain:

  1. Upacara atiwa-tiwa menggunakan tataning para ratu dengan bade tumpang 7, mekapas 9 warna, mabedawang nala, magaruda mungkur, maboma, magender salonding.
  2. Rerajahan Surat Kajang jangkep seperti gambar terlampir.
  3. Menjadi Manca dengan wewenang memungut pajak di wilayah tertentu.

Memimpin upacara Panca Yadnya di lingkungan keluarga sendiri.

20 comments to Sejarah dan Silsilah Raja-Raja Warga Prebali

  • 1
    made adi says:

    apakah Warga Prebali sama dengan orang orang Bali Mula/Bali Aga?

    • 1.1

      Om Swastyastu,

      Pertama, lihat artikel kami di web ini : Bali Kuno. Pengertian Bali-mula dan Bali-Aga ada dua versi : (1) yang mengelompokkan sejak zaman Sri Kesari Warmadewa sampai kedatangan Majapahit. (2) yang mengelompokkan sejak manusia Phitecantropus Erectus sekitar 1 juta tahun Sebelum Masehi (SM) ketika Bali, Jawa, dan Sumatra masih bergabung dengan dataran Asia yang dinamakan Dataran Sunda. Kelompok ini terbagi secara bertahap setelah pemisahan Asia, Sumatra, Jawa, Bali: Papuamelanesoid, dan Austronesia.

      Jadi sebenarnya sulit memisahkan, karena dalam perjalanan sejarah semuanya membaur turun-temurun. Seandainya dipisahkan antara era Dinasti Warmadewa dengan Dinasti Sri Kresna Kepakisan, toh orang-orang Majapahit juga termasuk ras Phitecantropus Erectus.

      Mungkin pengelompokan “Bali-Mula/Bali-Aga” adalah untuk masalah Kawitan saja. Prebali adalah julukan untuk orang-orang Bali-Mula, khususnya yang menduduki jabatan elit kerajaan.

      Sumber : Leluhur Orang Bali, dari dunia babad dan sejarah, I Nyoman Singgin Wikarman, Yayasan Wikarman, Bangli, 1994

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 2
    I Wayan Kaler says:

    Om Swastityastu. Saya mau bertanya beberapa hal tentang tulisan diatas : 1. Apakah pura kawitan Sri Karang Buncing di Blahbatuh Gianyar bisa disebut pura kawitan warga Prebali ? Apakah punya Pedarman di Besakih ? 2. Apakah Sri Karang Buncing masih keturunan Dinasti Warmadewa ? 3. Bagaimana dengan yang bukan keturunan raja seperti warga Trunyan, Kintamani dll, apakah punya Kawitan dan Pedarman di Besakih ? Terima kasih, Om Santhi, Shanthi, Shanti, Om

    • 2.1

      Om Swastyastu,

      Warga Sri Karangbuncing tidak termasuk Prabali, tetapi beliau adalah keturunan Arya Kepakisan (Sri Nararya Arya Kepakisan).
      Warga Prebali tidak mempunyai pedarman di Besakih, namun diakui oleh Dalem, sehingga boleh ngaturang bhakti di Pedarman Dalem.

      Om Santih, santih, santih, Om

      • Om Swastyastu,

        RALAT

        Jawaban tersebut diatas diralat. Sira Karang Buncing adalah putra Sri Jaya Katong distanakan di Blahbatuh (Pura Kawitan). Jika dirunut lebih keatas (ke awal), sebagai berikut : Sira Karang Buncing – Sri Jaya Katong – Mpu Sidhimantra – Mpu Tantular – Mpu Bahula – Mpu Bharadah (panca tirta yang terkecil, beliau bersaudara dengan Mpu Gnijaya, Mpu Semeru, Mpu Ghana, dan Mpu Kuturan)

        Om Santih, santih, santih, Om

  • 3
    putu says:

    om swastyastu
    ratu begawan saya mau bertanya tentang marakata kenapa di sejarah raja udayana memiliki 3 putra?

    • 3.1

      Om Swastyastu,

      Nama (Bhiseka) lengkap Marakata adalah : Dharmawangsa wardhana marakata pangkaja sthana uttunggadewa, atau dikenal dengan nama : Anak Wungsu. Beliau adalah adik Airlangga. Beliau bertahta pada tahun 944 M, mempunyai istri yang tidak bisa mempunyai anak, maka dinamakan Bhatari Mandul. Bhatari Mandul distanakan di Pura Panulisan dalam bentuk arca dan awalnya disungsung oleh orang-orang Sukawana. Namun di Pura Penataran Tampaksiring, ada arca Anak Wungsu bersama istrinya yang lain (bukan Bhatari Mandul). Belum ditemukan fakta sejarah, apakah Anak Wungsu mempunyai putra/anak atau tidak dari istrinya yang distanakan di Tampaksiring, sebab silsilah Raja-Raja Bali Mula tidak lengkap. Disamping itu mereka belum tentu berasal dari satu dinasti yang sama, artinya belum tentu mempunyai hubungan darah.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 4
    I Wayan Mertha says:

    Om Suastiastu,

    Ratu Bhagawan, jagi wenten tunasang titiang paindikan Warga Penyarikan sane wenten ring Kedonganan.

    Titiang Warga Penyarikan ring Desa Adat Kedonganan mangkin sampun 46 KK akehnyane. Titiang maduwe Pura Ibu (Paibon) ring Pura Penyarikan Busung Yeh, Kota Denpasar tur Pura Kawitan ring Dalem Penyarikan Desa Semagung, Tusan-Klungkung. Ring Pura Besakih, Pura Pedharman titiang ring Pedharman Penyarikan, genahnyane di sebelah kanan Penataran Agung Besakih.

    Titiang durung memahami tur kadi kepegatang damar, sapunapi sebenarnya perjalanan leluhur titiang sampai wenten ring Kedonganan. Titiang sampun mencoba menanyakan kepada pengelingsir, sakewanten nenten wenten sane tatas uning.

    Mohon Ratu Bhagawan ngicening titiang penjelasan, mangde wenten tuturang titiang teken pianak-pianak titiange.

    Matur suksma

    Om Shanti, shanti shanti Om.

  • 5
    alit says:

    siapakah Kiyai Patih Wulung,,???
    apa hubungan beliau dengan bali,,,
    setahu saya tidak ada yang bernama seperti itu yang mengalahkan raja bali,,,,

    • 5.1

      Om Swastyastu,

      Kiyai Patih Wulung adalah putra Mpu Dwijaksara, keturunan Mpu Wita Dharma. Lebih jauh leluhur beliau adalah Mpu Gnijaya, yakni panca tirta (lima Pendeta bersaudara) tertua. Saudara lain dari Mpu Gnijaya adalah : Mpu Semeru, Mpu Gana, Mpu Kuturan, dan Mpu Bharadah. Mpu Dwijaksara dimohon oleh Patih Gajahmada ke Bali untuk memimpin upacara-upacara di Besakih, Gelgel, Silayukti dan Lempuyang. Mpu Dwijaksara berputra : Ki Patih Wulung (Kiyai Patih Ulung). Setelah Bali ditaklukkan oleh Gajahmada, Majapahit tidak segera menetapkan seorang Raja di Bali. Maka untuk sementara, Kiyai Patih Ulung diminta menjadi penguasa, berkedudukan di Gelgel (1343-1350)

      Sumber : Silsilah orang suci dan orang besar di Bali, Ida Sri Reshi Anandakusuma, CV Kayumas Agung, 2004
      Om Santih, santih, santih, Om

  • 6
    Suteja says:

    Om Swastiastu

    Kawitan tyang pasek gelgel, tyang sudah lama ingin mencari tahu lebih detail mengenai kawitan tyang ini karena tyang pernah ditanya pasek gelgel apa oleh sesorang namun tyang tdak bisa menjawab dan tyang tanya ke kakek juga jawabannya tidak memuaskan,, mungkin Ratu Bhagawan dapat memberikan petunjuk kemana tyang harus mencari informasi mengenai kawitan pasek gelgel? Yang kedua apakah pasek gelgel itu merupakan bali mula? bali aga? atau dari jawa?

    Mohon kiranya Ratu Bhagawan dapat membagi informasi mengenai pertanyaan tyang di atas.

    Matur Suksma

    Om Santih, Santih, Santih Om

    • 6.1

      Om Swastyastu,

      Soroh Pasek Gelgel, termasuk dalam kekeluargaan besar keturunan dari Ida Mpu Gnijaya, yakni salah seorang pendeta-pendeta (Maha Rsi) yang datang dari Jawa Timur (Majapahit) ke Bali sejak abad ke-11. Perhimpunan soroh ini sekarang bernama Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. Alur silsilah Pasek Gelgel adalah sebagai berikut : Mpu Gnijaya – Mpu Ketek – Arya Kepasekan – Kiyai Agung Pamacekan – Kiyai Pasek Gelgel.

      Jadi Pasek Gelgel bukan Bali-Mula, tetapi “pendatang” dari Majapahit (Jawa Timur) Pura Pamerajan Agung adalah di Pegatepan (Klungkung), Pura Kawitan di Lempuyang Madya (Karangasem), dan Pura Pedarmaan di Catur Lawa, Besakih (Karangasem).

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 7
    iwayan budiarta says:

    om swastyastu..
    tyang mtaken indik dukuh cakti napi pateh kawitan sareng pasek?
    santukan kari mangkin tyang bingung indik nike.
    tiyang nunas penjelasan ,,,
    ampura yening wenten iwang.
    om shantih.shantih.shantih. om

    • 7.1

      Om Swastyastu,

      “Dukuh” punika gelar utawi Bhiseka Ida Sang Sulinggih sedurung Majapahit rawuh ring Bali. Tatkala punika sane dados dukuh, akehan warga keturunan Ida Bhatara Kawitan Mpu Gnijaya, utawi sane mangkin ketah kewastanin warga Pasek (Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi). Keturunan saking Kiyai Pasek Gelgel inggih punika Dukuh Bunga, Dukuh Sebudi, Dukuh Badeg. Dukuh Bunga taler kaungguhang sekadi Dukuh Sakti antuk keprajnyanan Idane.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 8
    ketut kader says:

    singgih ratu hyang begawan..tityang nunasang ring ratu,,mogi ratu madwe cakepan indik soroh titiyang,,,manut ring presasti sane sampun kagentos antuk aksara latin,,derika menggah titiyang “Pasek Samanjaya Bon Dalem,,taler Pasek Dauh Alang’kebawos taler Pasek Bendega Dalem-kawitan titiyang wenten ring Desa Jumpai klungkung..maka pasek sane keatur wawu ring ajeng sami menggah ring presastin titiyang,,mangkin sane tunasan titiyang ring ratu begawan,,ring presati titiyang pedharman titiyang ring pedharman dalem ,meru tumpang solas…sane pinih ujung baler…menggah ring presasti titiyang astra dalem,,sane kantun manah titiyang durung pasti utawi bingung seantukan wenten pedharman Pasek,,ring presasti nenten kebawos pedharman titiyang ring pedharman Pasek,,.inggih ratu ,,,sugra titiyang seantukan tunan titiyang kalintang,,yaning iratu ledang titiyang nuanas pewarah iratu..OM Santi.Santi,Santi OM.

  • 9
    ketut kader says:

    singgih ratu hyang begawan..tityang nunasang ring ratu,,mogi ratu madwe cakepan indik soroh titiyang,,,manut ring presasti sane sampun kagentos antuk aksara latin,,derika menggah titiyang “Pasek Samanjaya Bon Dalem,,taler Pasek Dauh Alang’kebawos taler Pasek Bendega Dalem-kawitan titiyang wenten ring Desa Jumpai klungkung..maka pasek sane keatur wawu ring ajeng sami menggah ring presastin titiyang,,mangkin sane tunasan titiyang ring ratu begawan,,ring presati titiyang pedharman titiyang ring pedharman dalem ,meru tumpang solas…sane pinih ujung baler…menggah ring presasti titiyang warih dalem \astra dalem,,sane kantun manah titiyang durung pasti utawi bingung seantukan wenten pedharman Pasek,,ring presasti nenten kebawos pedharman titiyang ring pedharman Pasek,,.inggih ratu ,,,sugra titiyang seantukan tunan titiyang kalintang,,yaning iratu ledang titiyang nuanas pewarah iratu..OM Santi.Santi,Santi OM.

    • 9.1

      Om Swastyastu,

      Keluarga anda adalah keturunan Kiayi Agung Pasek Gelgel yang lahir dari perkawinan Ki Gusti Rare Angon dengan Ni Luh Made Manikan. Ki Gusti rare Angon adalah cucu dari Kiyai Patih Wulung atau Mpu Jiwaksara (Jiwa-Aksara) yang pernah menjadi penguasa sementara di Gelgel setelah Gajahmada dari Majapahit menguasai Bali. Karena jasa-jasanya memimpin Bali selama 7 tahun, beliau juga distanakan di pedharman Dalem (Raja-Raja) di Besakih. Namun demikian oleh karena beliau adalah keturunan dari Mpu Gnijaya (Maha Rsi Panca Tirta yang tertua) maka anda adlah termasuk warga Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, dimana pedarman kawitan anda ada di Pedarman Pasek atau Catur Lawa di Besakih, bersebelahan dengan Penataran Agung.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 10
    I Nengah Sukaya says:

    Yth. Ratu bagawan,
    Titiang dari Desa Tegallinggah, Penebel Tabanan, Menurut penuturan tetua titiang termasuk warga Prebali, atau disebut Peputihan, atau Bali Mula. Tiang sudah lama mencari Pura Kawitan Bali Mula, belum juga ketemu. Apakah Ratu mengetahui Pura Kawitan Bali Mula? Terakhir tiang mendapat informasi di Pura Jati Batur merupakan pura kawitan Bali Mula, setelah kesana ada yang mengasih tahu Pura Cempaga Batur (sebelah timur lereng Desa Batur) yang merupakan Pura Kawitan Bali Mula, apakah benar begitu?
    Mana dulu Pura Penegil Dharma dengan Pura Besakih, karena tiang pernah baca bahwa pura tertua di Bali adalah Pura Penegil Dharma dan ada yang mengatakan Pura Besakih.
    Kalau memang Pura Penegil Dharma yang tertua bolehkah disebut sebagai Pura Kawitan Bali Mula.
    Di jaba Pura Basukihan ada tiang baca Pura Bali Mula Bali Aga, apakah itu disebut Pura Pedharman Bali Mula Bali Aga.
    Mohon penjelasan, suksma

    I Nengah Sukaya

    • 10.1

      Om Swastyastu,

      Manut sekadi buku Sejarah Bali Kuna sane kasurat olih Dr. Goris, sane kewastanin soroh Bali-Mula inggih punika minekadi keturunan Sri Kesari Warmadewa, sane kasungsung ring Pura Penegil Dharma, Dumun mewasta Pura Panyusuan, megenah ring Yeh Sanih, Kubutambahan, Buleleng. Wacen artikel tiange punika indik Bali Kuna.

      Om Santih, santih, santih, Om

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting