Urutan upacara Piodalan tingkat “biasa”
- Mareresik
- Mapiuning
- Macaru
- Nedunang Pratima/ Lingga Ida Bethara
- Ngulap-Ngambe, mamendak
- Mekalahyas
- Ngaturang ayaban dan ngelungsur wangsuhpada
- Pemuspaan
- Nunas wangsuhpada, mabija
- Parama shantih.
CATATAN:
1. Urutan di atas untuk upacara Piodalan tingkat “biasa” tidak “kecil” (mapedatengan) dan tidak “besar” (ayaban Catur Niri)
2. Odalan tingkat “biasa” ditandai dengan banten pesaksi yang munggah di Sanggar Surya hanya suci asoroh.
Banten lainnya menyesuaikan. Odalan tingkat “kecil” ditandai dengan banten pesaksi yang munggah di Sanggar Surya hanya tegteg daksina peras ajuman. Banten lainnya menyesuaikan.
3. Tingkat Piodalan besar, selain bantennya lebih banyak karena mengikuti ayaban pesaksi berupa catur niri, juga urutan upacara ditambah sebagai berikut:
- Beberapa hari sebelumnya “nyuci” (ngingsah beras dan mulai membuat jajan suci), nanceb taring (simbol membulatkan tekad dan nyengker raga – maberata)
- Setelah mekalahyas, masucian ke Segara, atau ke Toya kelebutan.
- Tiga hari setelah Piodalan, ngelemekin, masida karya, macaru, dan makebat don.
4. Untuk upacara ngenteg linggih, menggunakan tata cara Piodalan Agung (besar) ditambah dengan upacara-upacara:
- Memangguh, memirak, sebelum macaru, dan memakuh, mlaspas, ngurip-urip, mendem pedagingan, masang orti-palakerti-bagia-ulapulap, sebelum acara ngulap-ngambe.
- Mendem pangenteg linggih sebelum ngaturang ayaban.
SUMBER: PELUTUK BANTEN, IDA PANDITA MPU NABE SINUHUN PRAMADAKSA, GERIA AGUNG BONGKASA, ABIAN SEMAL, BADUNG

Senang sekali rasanya bisa mengakses Situs ini, mudah-mudahan semua pemahaman tentang Hindu bisa tyang dapatkan di sini. Terimakasih banyak kepada admin.