This area was once a poor fishing village with a black history of lepers and magic practitioners. Soon after, Kuta began to provide what visitors wanted and now that area has become a key point on the route from India through Southeast Asia to Australia Read more » Kuta
Bangli regency is the only regency in Bali without any coastlines. However, this mountainous region has the most historic temples; Kehen, Batur, and Penulisan provide archeological remains linking them to the era of King Udayana Warmadewa in the late 10th and 11th centuries. Read more » Bangli
It means “two islands” in Bahasa Indonesia. There is one of the premier resort areas in the world. The area is located 20 minutes south of the Denpasar International Airport Ngurah Rai, and is a short drive to many of Bali’s attractions and beautiful beaches. This is the home of many of Bali’s worlds-class luxury resort hotels. Read more » Nusa Dua
In Bali, no temple festival or ceremony is complete without entertainment for the gods, attending guests, and the local people. Temple anniversaries are occasions for all night drama and dance perfomance, with different types of entertainment each concecutive night, sometimes lasting until morning. Read more » Music and Dance
Tinjauan dari Aspek Religi – Sosial – Budaya
Bahwa Bali itu istimewa, unik, khas, menarik, tidak terbantah karena masyarakat dunia telah mengakuinya bahkan sejak ratusan tahun lampau ketika Bali mula-mula terkuak oleh laporan Aernoudt Lintgens yang tak sengaja mengunjungi Bali pada tanggal 9-25 Pebruari 1597.
Ia menulis dalam laporannya kepada Pemerintah Belanda, pulau kecil ini sangat istimewa terutama oleh keramah-tamahan penduduknya yang hidup makmur, didukung alam yang indah dan subur, pemerintahan Raja yang bijaksana dan taat melaksanakan ritual agama Hindu sehari-hari. Read more » Mengapa Bali Menuntut Otsus
Orang Bali zaman silam yang dikenal dan ditulis oleh para anthropologist sebagai yang berbudi pekerti luhur karena keyakinan atau kepercayaannya serta melaksanakan ajaran-ajaran Agama Hindu-Bali dengan baik, yang berjiwa halus terlihat dari budaya kesenian bermutu tinggi, yang ramah tamah, toleran, satya wacana, jujur, rendah hati, suka bergotong royong, dan nilai-nilai mulia lainnya, kini telah porak poranda karena orang Bali tidak mampu mempertahankannya.
Salah seorang Maha Rsi yang tiba di Bali dari Jawa Timur pada abad ke-11, bernama Mpu Kuturan. Beliau menulis sebuah lontar: Pakem Gama Tirtha yang kemudian dikenal sebagai salah satu upanisad tentang Agama yang pertama kali dianut oleh penduduk di Pulau Bali. Read more » Bali dan Kekinian
|
|
Recent Comments