Apakah Puja Trisandya dikenal di India?

QUESTION:

1. Apakah Puja Trisandya dikenal di India?
2. Kapan Penjor Galungan mulai dipasang dan kapan dicabutnya?

    ANSWER:

    1. Sesuai dengan Keputusan Mahasabha VI PHDI/1991, Puja Trisandya yang merupakan salah satu pedoman cara bersembahyang bagi umat Hindu di Indonesia. Read more » Apakah Puja Trisandya Dikenal di India?

    Galungan Nara Mangsa

    PENGERTIAN

    Galungan Nara Mangsa adalah hari raya Galungan yang mempunyai semangat agak bertentangan dengan hari raya Galungan biasa. Kata “Nara” dalam Bahasa Sanskerta berarti: orang (laki-laki); dan “Mangsa” artinya: memakan (daging). Jadi “Nara Mangsa” artinya: Pemakan daging manusia. Dalam mithologi, pemakan daging manusia adalah raksasa atau bhuta kala.

    Jadi Galungan Nara Mangsa, dapat juga disebutkan sebagai Galungan Raksasa atau Galungan Kala-Rau. Pengertian yang lebih jauh adalah hari yang sebenarnya lebih cocok untuk melaksanakan Bhuta Yadnya dan bukan untuk merayakan kemenangan Dewa seperti hari raya Galungan biasa. Read more » Galungan Nara Mangsa

    Pedoman Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

    1. ACUAN

    1. Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu disyahkan PHDI Pusat.
    2. Kidung Panji Amalat Rasmi
    3. Lontar Purana Bali Dwipa
    4. Lontar Sri Jayakasunu
    5. Lontar Sundarigama Read more » Pedoman Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

    Galungan - Rangkaian Upacara dan Makna Filosofinya

    TUMPEK WARIGA

    Jatuh pada hari Saniscara, Kliwon, Wuku Wariga, atau 25 hari sebelum Galungan. Upacara ngerasakin dan ngatagin dilaksanakan untuk memuja Bhatara Sangkara, manifestasi Hyang Widhi, memohon kesuburan tanaman yang berguna bagi kehidupan manusia.

    ANGGARA KASIH JULUNGWANGI

    Hari Anggara, Kliwon, Wuku Julungwangi atau 15 hari sebelum Galungan. Upacara memberi lelabaan kepada watek Butha dengan mecaru alit di Sanggah pamerajan dan Pura, serta mengadakan pembersihan area menjelang tibanya hari Galungan. Read more » Galungan – Rangkaian Upacara dan Makna Filosofinya

    Galungan dan Kuningan

    QUESTION:

    Berdasarkan peninggalan/ warisan dari pendahulu kami, selama ini sesajen yang kami haturkan untuk di pelinggih utama maupun beberapa pelinggih yang lebih kecil lainnya pada setiap Hari Raya Galungan adalah: Pejati.

    1 soroh pejati ini berisikan: banten Peras, daksina, tipat kelanan, ajuman, canang Buah, canang pesucian dan penyeneng dilengkapi pula dengan banten Lekan (sesajen sebuah tumpeng putih beralas taledan lengkap dengan raka-raka dan sebuah wakul daksina tanpa serembeng yang berisikan jajan sesamuhan 7 macam, antara lain: bungan temu, lawat buah lawat nyuh, simbar, kelongkang, kemimitan, dan saraswati dilengkapi sampiyan sri kekili). Read more » Galungan dan Kuningan