Aspek Upacara Hindu Nusantara di Masa Depan

Upacara dalam Bahasa Sanskrit berasal dari kata Upa yang artinya “dekat” dan Cara yang artinya “kegiatan”. Jadi Upacara arti sempitnya adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka berbakti atau mendekatkan diri kepada Tuhan.

Arti sempit ini kemudian berkembang sehingga dalam bahasa sehari-hari, upacara tidak saja berarti kegiatan dalam lingkup keagamaan, tetapi juga kegiatan seremonial di bidang lain. Read more » Aspek Upacara Hindu Nusantara di Masa Depan

Hindu dan Generasi Mudanya

QUESTION:

Pertama saya ucapkan terima kasih, matur suksma pada Ida Pandita Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi yang telah menanggapi beberapa pertanyaan saya tentang Ngaben dan Penyederhanaan.

Sebagaimana Ida Pandita ungkapkan bahwa, “sangat bahaya generasi muda Hindu yang punya keyakinan mengambang”. Saya belum mengerti maksud Ida Pandita mengenai keyakinan mengambang itu – seperti apa pengertiannya? Read more » Hindu dan Generasi Mudanya

Intelektual Hindu di Masa Depan

Ciri utama globalisasi yang melanda dunia sekarang, adalah ‘perubahan’. Masyarakat yang hidup dalam dunia global harus memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan dan kekuatan untuk berubah.

Dalam komunitas yang terbelakang hampir tidak ditemukan kemajuan dari satu generasi ke generasi yang lain. Dalam kondisi ini perubahan dilihat dengan rasa curiga dan banyak energi manusia sia-sia karena dikonsentrasikan pada upaya mempertahankan status quo. Read more » Intelektual Hindu di Masa Depan

Hindu Dalam Wacana Bali Centris

Centris dari kata Centralize berarti memusatkan sehingga Bali centris dalam tulisan ini diartikan sebagai suatu pandangan yang menempatkan budaya dan tradisi Hindu di Bali sebagai pusat/ acuan pelaksanaan dan tatanan hidup beragama bagi pemeluk Hindu di Indonesia. Di Bali budaya dan Agama telah menyatu karena keduanya saling mendukung.

Keinginan mengadakan reformasi di segala bidang akhir-akhir ini menimbulkan wacana yang berkembang, antara lain tentang Bali centris yang ditolak oleh beberapa kalangan baik yang tinggal dan berasal dari Bali maupun yang di luar Bali. Hal ini sebaiknya dikaji lebih dalam agar reformasi dilaksanakan dengan tepat dan berdampak positif bagi umat Hindu di tanah air. Read more » Hindu Dalam Wacana Bali Centris

Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merancang Lambang Negara: Garuda Pancasila, di mana kaki-kaki burung Garuda mencengkram kuat sebuah pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lambang Negara itu mempunyai arti yang sangat dalam tentang cita-cita kemerdekaan di mana bangsa Indonesia diharapkan bangkit dari berbagai keterpurukan akibat penjajahan, menuju kepada Indonesia merdeka yang rakyatnya hidup makmur, berbahagia, toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi, subur kang saro tinandur, murah kang sawo tinuku. Read more » Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan