Jepang, India, dan Indonesia

1. Kondisi sosial ekonomi Jepang memang berbeda dengan Indonesia. Pribadi orang Jepang sejak dahulu kala adalah pekerja giat,ulet, pantang menyerah, dan rasa malu yang tinggi bila gagal dalam bekerja.

Kita lihat semangat ‘bushido’ dan kebanggaan menjadi seorang samurai (pelayan terhormat). Contoh lain: tradisi hara-kiri, dan ketika PD-II ada penerbang ‘kamikaze’. Read more » Jepang, India, dan Indonesia

Jengah Menjadi Orang Indonesia

Barangkali ada teman yang berlangganan Indovision, semalam ada tayangan di Cinemax sebuah film Kanada berjudul ‘I Accuse’ diperankan oleh Estella Waren sebagai Jensen Kimberly. Konon diambil dari kisah nyata, di mana Kimberly dilecehkan secara seksual oleh dokter yang merawatnya, bernama Richard Darian.

Dia berjuang menuntut Darian yang merupakan tokoh terkemuka di masyarakat. Akhirnya Kimberly berhasil, dan Darian di depan sidang pengadilan mengakui segala perbuatannya, namun dengan kata-kata pembelaan seperti ini: Read more » Jengah Menjadi Orang Indonesia

Hindu di India, Nepal, dan Indonesia

1.    India

India benar diakui sebagai tempat di mana Veda diwahyukan oleh-Nya yakni di lembah 7 buah sungai suci dan kepada 7 orang Maha Rsi. Namun Veda diwahyukan tidak sekaligus, dalam rentang waktu yang berbeda, mencapai ribuan tahun. Read more » Hindu di India, Nepal, dan Indonesia

Keterpurukan Bangsa

Keterpurukan Bangsa Indonesia di abad milenium ini disebabkan karena:

1. Banyak diantara kita berpikir: “Simple thinking, high living” padahal seharusnya bagi negara yang under developed country seperti RI, rakyatnya agar dididik untuk melaksanakan pola hidup: Simple living high thinking.

2. Banyak pemimpin yang “tidak sehat” dalam pengertian luas, di mana menurut Max Muller (mengutip dari inti ajaran Rgveda). Di sana disebutkan, sehat yang sempurna meliputi aspek-aspek (berurutan): Read more » Keterpurukan Bangsa

Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan

Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah merancang Lambang Negara: Garuda Pancasila, di mana kaki-kaki burung Garuda mencengkram kuat sebuah pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lambang Negara itu mempunyai arti yang sangat dalam tentang cita-cita kemerdekaan di mana bangsa Indonesia diharapkan bangkit dari berbagai keterpurukan akibat penjajahan, menuju kepada Indonesia merdeka yang rakyatnya hidup makmur, berbahagia, toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi, subur kang saro tinandur, murah kang sawo tinuku. Read more » Kebangkitan Nasional Berdasarkan Persatuan dan Kesatuan