PENDAHULUAN
Undang-Undang R.I. No. 1/1974 pasal 1 menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan ke-Tuhan-an Yang Maha Esa.
Keluarga yang berbahagia kekal abadi dapat dicapai bilamana di dalam rumah tangga terjadi keharmonisan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri, masing-masing dengan swadharma mereka. Read more » Perkawinan (Pawiwahan)
QUESTION:
Mohon penjelasan mengenai makna otonan dan sahnya upacara pawiwahan.
ANSWER:
1. Otonan berasal dari kata “pawetuan”, yaitu peringatan hari lahir menurut tradisi beragama Hindu di Bali yang didasarkan pada: Sapta wara, Panca wara, dan Wuku. Menurut sistem kalender wuku, maka hari kelahiran itu akan berulang setiap enam bulan atau 6 x 35 hari = 210 hari. Read more » Makna Otonan
QUESTION:
Bagaimana pelaksanaan upacara pawiwahan yang efisien dan efektif pada pasangan pengantin dengan rumah yang berjauhan.
ANSWER:
Untuk menghemat waktu, biaya transportasi, dan biaya konsumsi, pengantin yang masing-masing berjauhan rumahnya, dapat melaksanakan rangkaian upacara pawiwahan selesai dalam sehari dengan urutan sebagai berikut (setelah acara meminang): Read more » Upacara Pawiwahan yang Efisien dan Efektif
Dalam Kitab Suci Hindu: Manawa Dharmasastra ada delapan cara perkawinan, yaitu: Brahma Wiwaha, Dewa Wiwaha, Arsa Wiwaha, Prajapatya Wiwaha, Asura Wiwaha, Gandharwa Wiwaha, Raksasa Wiwaha, dan Paisaca wiwaha.
Diantaranya ada tiga cara yang tidak sesuai dengan zaman sekarang karena bertentangan dengan hukum positif, yaitu: Asura Wiwaha, Raksasa Wiwaha, dan Paisaca Wiwaha, karena itu tidak dibicarakan di sini. Read more » Sekilas Pawiwahan Menurut Manawa Dharmasastra
1. TATTWA
Upacara Pawiwahan Sadampati adalah upacara yang sangat sederhana, biayanya sedikit namun makna yang dikandung sangat tinggi, karena banten (upakara) yang digunakan dalam upacara pawiwahan ini mengandung simbol-simbol yang lengkap.
Perkataan Sadampati terdiri dari rangkaian kata-kata: sa-dampa-ti masing-masing kata berarti sebagai berikut: sa = satu; dampa = tempat duduk/ bangku; ti = orang. Keseluruhan berarti: orang-orang yang duduk bersama dalam satu bangku untuk menikah. Acuan upacara ini adalah lontar: Dharma Kauripan. Read more » Upacara Pawiwahan Sadampati
QUESTION:
Mohon penjelasan mengenai pawiwahan.
ANSWER:
Pawiwahan dalam Agama Hindu adalah yadnya dan perbuatan dharma, sedangkan rangkaian upacara pawiwahan merupakan pengesahan karena sudah melibatkan tiga kesaksian, yaitu: Read more » Pawiwahan
REFERENCE
The main reference that regulate about wedding according to Hindu religion is Lontar Dharma Kauripan (Dharma Kauripan Manuscript) and Kitab Manawa Dharmasastra (Manawa Dharmasastra Holy Scripture, the Third Book: Tritiyo’dhyayah).
Both of the references are the basic low of custom for the Hindu followers in Bali, and the positive law is the Undang-Undang RI (Republic of Indonesia’s regulation) number 1/1974. Read more » Manusia Yadnya Ceremony: Pawiwahan (Wedding)
|
|
Recent Comments