Narat

Hiruk pikuk di Pura Desa tiada henti-hentinya sejak tadi pagi. Hari ini adalah Hari Piodalan, memperingati berdirinya Pura yang megah setiap hari Umanis Galungan sejak berabad lampau.

Kemarin lambang-lambang Ida Bhatara sudah diturunkan dari Gedong Simpen, diiring mesucian ke segara. Sekitar jam sembilan pagi saya mulai muput upacara piodalan, atas permintaan panitia beberapa minggu sebelumnya. Read more » Narat

Memacul

Sejak bom-Bali pertama harapan anak-anak muda pedesaan yang putus sekolah untuk mencari kerja di Denpasar sudah pupus. Banyak karyawan hotel dan pekerja sektor pariwisata terpaksa di-PHK-kan karena pasaran lesu, turis sedikit karena takut datang ke Bali.

Bom-Bali kedua menambah situasi ekonomi Bali lebih morat-marit, pengangguran makin menjadi-jadi, lalu banyak muda-mudi terpaksa gigit jari pulang kembali ke kampungnya, tak tahan lagi hidup di Denpasar dengan biaya tinggi. Read more » Memacul

Sengsara

Kisah hidup keluarga Putu Sutisna dari Desa Pemaron, Singaraja, mungkin dialami pula oleh banyak umat Hindu di Bali. Seolah-olah dia ditakdirkan untuk hidup dalam keadaan susah di awal kehadirannya di dunia.

Ketika lahir di tahun 1970, ibunya meninggal dunia karena komplikasi penyakit kandungan, pendarahannya tidak berhenti. Hanya dua hari ibu yang malang itu sempat menatap wajah anak satu-satunya, sebelum ia meninggalkan dunia yang fana ini. Read more » Sengsara

Jele Melah Gumi Gelah

Setahu saya ada dua tempat di Buleleng yang memampang slogan itu, pertama di Desa Banyuning, kota Singaraja, dekat sekolah teknik, dan di Desa Bungkulan dekat jembatan. “Jele-melah gumi gelah” begitu bunyi slogan yang terpampang gagah, besar, dipahatkan pada tembok batu. Read more » Jele Melah Gumi Gelah

Nyakan Diwang

Nyepi di Bali dirayakan dengan berbagai cara yang mentradisi di masing-masing Desa sehingga membuatnya menjadi semarak dan menarik perhatian wistawan.

Di Desa Banjar, 15 kilometer arah barat kota Singaraja, Buleleng ada tradisi dalam rangkaian hari raya Nyepi yang dinamakan “Nyakan Diwang”. Read more » Nyakan Diwang