Bajang Colong

“Bangun, bangun, suba tengai, dong adi leplep gati je pulesne I Gde, ibisanje sube orain, de megadang; Beli, dundun je panake tunden nguling, nyanan sube rauh Ida Bhagawan tonden masi lebeng gulinge, lek atine, oo!”

(Bangun, bangun, sudah siang, wah kok nyenyak sekali tidurnya I Gde, semalam sudah diingatkan, jangan melek; Kak, bangunin anakmu itu suruh membuat babi guling, nanti sudah datang Ida Bhagawan belum juga matang babi gulingnya, kan malu lho!). Read more » Bajang Colong

TTM

Meliani duduk santai di teras rumah sambil merenungkan nasib dirinya dalam kisah asmara dengan Agus, pemuda ganteng yang baru dikenal tiga bulan lalu.

Ketika itu dia sedang jalan-jalan di taman kota bersama teman sekolahnya, Yustina. Duduk di rumput, Yustina menggoda Meliani: “Ada temanku naksir kamu, namanya Agus. Dia nanya apa kamu masih single”.  Read more » TTM

Keto Malu

Kasak-kusuk pemilihan Kepala Desa (kades) makin hari semakin ramai. Ada tiga kandidat yang mengajukan diri. Ketiganya mempunyai track record yang hampir sama. Berpendidikan formal S1, berwawasan luas, bukan PNS, berdedikasi tinggi pada kemajuan Desa, kaya, berusia sekitar 40-45 tahun.

Tak heran maka penduduk bingung mau memilih yang mana. Walaupun demikian dalam pandangan kebanyakan penduduk calon Made Suartana kelihatannya lebih banyak mendapat simpati dan dukungan. Dapat diduga sebabnya, karena ia salah seorang anggota Dadia (paguyuban keluarga) yang besar. Read more » Keto Malu

Hindu Agama Terbesar di Dunia

Ketika saya muput di Desa Unggahan (+/- 35 km arah barat Singaraja), ada seorang Ibu yang datang sambil menangis, menceritrakan bahwa anaknya yang ada di Jawa (perempuan) sudah bertunangan dengan seorang pemuda dari agama lain. Keluarga di Bali tidak setuju, tetapi si gadis ngotot. Maka dia minta tolong saya menasehati anaknya yang kebetulan hari itu ada di Desa Unggahan.

Saya dikenalkan, dan saya hanya bicara singkat kepada si Gadis. Nak, kamu senang membaca apa tidak?, dia menjawab: ‘senang’. Nah kalau begitu coba iseng-iseng baca buku ini. Maka saya berikan buku “Hindu Agama Terbesar di Dunia”, yang di-edit oleh Bapak Ngakan Putu Putera. Read more » Hindu Agama Terbesar di Dunia

A Ceeng

Sebuah alat takar yang digunakan di pasar pedesaan Bali Utara sampai sekarang, ada yang bernama ceeng (e dibaca seperti ‘enak’). Ukuran ceeng beragam mulai dari 1/4 kg, 1/2 kg, dan 1 kg. Bentuknya bulat berpinggiran setinggi 2 – 3 Cm, dari bahan aluminium.

Sebelum ada aluminium yang ringan, dahulu ceeng dibuat dari kuningan atau perunggu. Beras ditakar dengan ceeng, kemudian diratakan sebatas permukaan, maka itulah ukuran yang pasti. Di zaman Belanda kebenaran ukuran ceeng diperiksa oleh Mantri Pasar. Read more » A Ceeng

Belog Polos

Sifat perilaku kebanyakan orang Bali yang tidak suka menonjolkan diri, menunjukkan kelebihan, apalagi bertingkah sombong, mungkin didasari kesadaran penuh pada hakekat ke-Tuhan-an yang maha kuasa di mana ada unsur keyakinan bahwa apapun yang dimiliki dan diketahui umat manusia sangat tidak berarti jika dibandingkan dengan-Nya.

Tetua di jaman lampau suka menasihati anak-anak agar selalu bersikap, berkata dan berpikir sederhana, tidak mengada-ada, tersirat dari lagu anak-anak: Read more » Belog Polos

Kokokan

Mengajar di kursus pemangku memerlukan berbagai variasi methoda untuk menjaga agar peserta tidak jenuh atau cepat lelah lalu mengantuk dan tertidur. Yang perlu diperhatikan pula adalah dasar pendidikan formal mereka beragam, ada yang hanya SD, ada yang Sarjana (S1) bahkan ada yang tidak sekolah.

Pekerjaannya juga macam-macam, ada petani, buruh, pedagang, guru, dan ada penganggur alias tidak punya pekerjaan tetap. Jadi mengajarkan sesuatu harus pelan-pelan, diulang-ulang, dengan bahasa campuran, Bali dan Indonesia. Read more » Kokokan

Page 1 of 512345