Ngambul

Sebuah kisah nyata, namun identitas ‘pasien’ saya rahasiakan. Yang perlu dikemukakan adalah kasusnya, untuk pengalaman teman-teman. Ada ortu yang amat kaya di suatu Desa di Buleleng. Dia punya anak lelaki 3 dan anak perempuan 1. Anak-anak lelaki semuanya diberikan warisan berupa tanah kebun, rumah, dan mobil. Si anak perempuan tidak dapat apa-apa.

Ketika ia bertanya “Kenapa”, si ortu dengan ketus menjawab: “Nyai awak luh, mula tusing maan ape-ape, buin pidan kurenan nyaine ane mertenin” (artinya: kamu anak perempuan, memang tidak dapat apa-apa, kemudian hari suamimu yang akan mengurus dirimu). Read more » Ngambul

Sing Dot

Gede Madia bekerja serabutan, artinya mau dan mampu bekerja apa saja. Tentu bagi rakyat kecil seperti dia, kalimat bekerja apa saja artinya terbatas pada jenis pekerjaan kasar.

Lebih lugas lagi, jenis pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan bukan mengandalkan kepintaran otak. Maklum saja, karena dia hanya sempat menikmati pendidikan formal sampai SD kelas 4 di desa. Read more » Sing Dot

The Canthy Paid Bankung

Sebuah Innova melesat mulus menyalip mobil saya di tikungan Gitgit dalam perjalanan ke Denpasar dari Singaraja. Sopir saya mendecak tanda geram, karena cara mendahului seperti itu melangar peraturan lalu lintas.

Sambil menggerutu ia bertanya: “Ratu, yen kekenten napi dados tangkep pulisi?” (Bapak, kalau begitu apa boleh ditangkap polisi?). Read more » The Canthy Paid Bankung

Gerbang Hindu Di Kedung Gebang

Wawan Adi Prastiyo, sosok pemuda Hindu yang energik mengajak saya pulang ke kampungnya di Tegaldlimo, Banyuwangi, di awal Juni 2004 bertepatan dengan Hari Pagerwesi dan Piodalan Agung di Pura Swadharma, Desa Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

“Umat Hindu di sana sangat mengharapkan Romo berkunjung untuk muput Piodalan dan menyampaikan dharma wacana” pintanya melalui telpon. Read more » Gerbang Hindu Di Kedung Gebang

Lek

Lek, hendaknya dibaca dengan mengucapkan “e” seperti “endapan” dalam Bahasa Indonesia. Di Buleleng, lek artinya “malu”. Bisa digunakan untuk memaki atau memarahi seseorang karena rasa kesal. Misalnya kalimat: “Cai sing nawang lek!” artinya: Kamu (laki-laki) tidak tahu malu!

Tiga huruf ajaib ini yang terangkai menjadi satu, ternyata besar sekali pengaruhnya pada perilaku manusia. Ia bisa menghentikan pembicaraan, menghentikan gerakan, atau bisa juga membuat gerakan seketika atau terencana. Read more » Lek