A Ceeng

Sebuah alat takar yang digunakan di pasar pedesaan Bali Utara sampai sekarang, ada yang bernama ceeng (e dibaca seperti ‘enak’). Ukuran ceeng beragam mulai dari 1/4 kg, 1/2 kg, dan 1 kg. Bentuknya bulat berpinggiran setinggi 2 – 3 Cm, dari bahan aluminium.

Sebelum ada aluminium yang ringan, dahulu ceeng dibuat dari kuningan atau perunggu. Beras ditakar dengan ceeng, kemudian diratakan sebatas permukaan, maka itulah ukuran yang pasti. Di zaman Belanda kebenaran ukuran ceeng diperiksa oleh Mantri Pasar. Read more » A Ceeng

Penderita Tiga Buta Malu Belajar

“Tiga buta”, meminjam istilah Bapak Romi Sudhita dari Undiksha Singaraja, yaitu: buta aksara/ angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar, terkadang mengherankan sekaligus menggelikan.

Betapa tidak, di zaman milennium ini masih juga ada penderita tiga buta. Apalagi disebut, Kabupaten Buleleng mempunyai penderita tiga buta yang paling banyak di Bali. Read more » Penderita Tiga Buta Malu Belajar

Bedugulku

Bedugul adalah kawasan sejuk dan indah di tengah perjalanan Singaraja – Denpasar. Mereka yang bepergian baik dengan kendaraan sewa maupun kendaraan pribadi biasanya tidak melewatkan area wisata yang terpusat di pinggir Danau Beratan dan Pasar Candi Kuning.

Kalau ada waktu lebih longgar bisa belok sedikit ke Taman wisata menikmati pemandangan berbagai flora mulai bunga anggrek sampai ke pohon-pohon besar yang kini sudah langka seperti Majegau dan Damulir. Read more » Bedugulku

Manyi

Kokok ayam bersahut-sahutan menyongsong terbitnya sang surya di pagi yang dingin membangunkan seisi rumah keluarga petani Pan Geredeg. Istrinya yang dipanggil lebih akrab dengan nama Kelepon dari pada nama aslinya Luh Sukaesih, sudah terbangun sejam lalu.

Ia sudah menyelesaikan tugasnya sebagai istri, memasak nasi serta lauknya, serta menyediakan kopi buat suaminya. Hari itu ia akan bekerja keras, manyi (panen padi) di sawahnya, Subak Bedugul. Read more » Manyi

Sing Dot

Gede Madia bekerja serabutan, artinya mau dan mampu bekerja apa saja. Tentu bagi rakyat kecil seperti dia, kalimat bekerja apa saja artinya terbatas pada jenis pekerjaan kasar.

Lebih lugas lagi, jenis pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan bukan mengandalkan kepintaran otak. Maklum saja, karena dia hanya sempat menikmati pendidikan formal sampai SD kelas 4 di desa. Read more » Sing Dot