Supli, BJ

Odalan di Pura yang jatuh pada hari Buda, Umanis, Prangbakat, sangat ditunggu-tunggu oleh krama (penduduk) desa yang terletak di lembah Bukit Mungsu. Krama desa sebanyak 550 kepala keluarga itu menyambut hari odalan dengan berbagai harapan, keinginan, dan rencana.

Kelian (kepala) dan prajuru (pengurus) desa sudah tiga kali mengadakan perarem (rapat) membahas rencana odalan, yakni urutan upacara, banten yang dibuat, dan tentu saja yang paling penting adalah dana yang tersedia. Read more » Supli, BJ

Bedugulku

Bedugul adalah kawasan sejuk dan indah di tengah perjalanan Singaraja – Denpasar. Mereka yang bepergian baik dengan kendaraan sewa maupun kendaraan pribadi biasanya tidak melewatkan area wisata yang terpusat di pinggir Danau Beratan dan Pasar Candi Kuning.

Kalau ada waktu lebih longgar bisa belok sedikit ke Taman wisata menikmati pemandangan berbagai flora mulai bunga anggrek sampai ke pohon-pohon besar yang kini sudah langka seperti Majegau dan Damulir. Read more » Bedugulku

Ngibing

Ruang rapat di Kantor Bupati hari itu penuh sesak. Kali ini bukan hanya dihadiri oleh para eksekutif, tetapi juga oleh undangan orang-orang desa setengah baya yang mengenakan pakaian adat.

Mereka menunggu kehadiran Bapak Bupati yang akan memimpin rapat. Selain orang-orang Desa, sudah hadir pula undangan dari DPRD, Muspida, Kandep Agama, Camat, PHDI, Desa Pakraman, dan tokoh-tokoh seniman. Read more » Ngibing

The Canthy Paid Bankung

Sebuah Innova melesat mulus menyalip mobil saya di tikungan Gitgit dalam perjalanan ke Denpasar dari Singaraja. Sopir saya mendecak tanda geram, karena cara mendahului seperti itu melangar peraturan lalu lintas.

Sambil menggerutu ia bertanya: “Ratu, yen kekenten napi dados tangkep pulisi?” (Bapak, kalau begitu apa boleh ditangkap polisi?). Read more » The Canthy Paid Bankung

Sengsara

Kisah hidup keluarga Putu Sutisna dari Desa Pemaron, Singaraja, mungkin dialami pula oleh banyak umat Hindu di Bali. Seolah-olah dia ditakdirkan untuk hidup dalam keadaan susah di awal kehadirannya di dunia.

Ketika lahir di tahun 1970, ibunya meninggal dunia karena komplikasi penyakit kandungan, pendarahannya tidak berhenti. Hanya dua hari ibu yang malang itu sempat menatap wajah anak satu-satunya, sebelum ia meninggalkan dunia yang fana ini. Read more » Sengsara

Mi Si La Re (3762)

3762 bukan nomor telepon atau nomor “togel” (totto/ judi gelap) tetapi bila dibaca dengan not lagu berbunyi: 3 = mi, 7 = si, 6 = la, dan 2 = re. Jadi 3762 dibaca cepat: misi lare, atau misi rare, artinya berisi bayi, alias hamil.

Diucapkan bisik-bisik sambil cekikikan oleh anak-anak muda Buleleng yang jahil. Ditujukan pada “gadis” yang mendapat “kecelakaan” yaitu hamil sebelum nikah. Read more » Mi Si La Re (3762)

Mamandung

Ketut Sutrisna sejak di Sekolah Dasar terkenal sebagai anak yang rajin, tekun, ulet, jujur, dan sopan santun. Mungkin karena “karma wasana” dan pengaruh horoskop bintang kelahirannya Pisces maka ia tumbuh menjadi anak yang baik, berbudi luhur, dan pintar.

Temannya pun banyak karena dia pandai bergaul, suka menolong, dan tidak segan berkorban bagi orang lain. Ayah-Ibunya sangat sayang, ke mana-mana mereka selalu mendengar buah bibir orang, Sutrisna anak panutan di Desa Sepang, 40 kilometer arah barat Singaraja. Read more » Mamandung

Page 1 of 512345