Bedugulku

Bedugul adalah kawasan sejuk dan indah di tengah perjalanan Singaraja – Denpasar. Mereka yang bepergian baik dengan kendaraan sewa maupun kendaraan pribadi biasanya tidak melewatkan area wisata yang terpusat di pinggir Danau Beratan dan Pasar Candi Kuning.

Kalau ada waktu lebih longgar bisa belok sedikit ke Taman wisata menikmati pemandangan berbagai flora mulai bunga anggrek sampai ke pohon-pohon besar yang kini sudah langka seperti Majegau dan Damulir. Read more » Bedugulku

Hindu Agama Terbesar di Dunia

Ketika saya muput di Desa Unggahan (+/- 35 km arah barat Singaraja), ada seorang Ibu yang datang sambil menangis, menceritrakan bahwa anaknya yang ada di Jawa (perempuan) sudah bertunangan dengan seorang pemuda dari agama lain. Keluarga di Bali tidak setuju, tetapi si gadis ngotot. Maka dia minta tolong saya menasehati anaknya yang kebetulan hari itu ada di Desa Unggahan.

Saya dikenalkan, dan saya hanya bicara singkat kepada si Gadis. Nak, kamu senang membaca apa tidak?, dia menjawab: ‘senang’. Nah kalau begitu coba iseng-iseng baca buku ini. Maka saya berikan buku “Hindu Agama Terbesar di Dunia”, yang di-edit oleh Bapak Ngakan Putu Putera. Read more » Hindu Agama Terbesar di Dunia

Jele Melah Gumi Gelah

Setahu saya ada dua tempat di Buleleng yang memampang slogan itu, pertama di Desa Banyuning, kota Singaraja, dekat sekolah teknik, dan di Desa Bungkulan dekat jembatan. “Jele-melah gumi gelah” begitu bunyi slogan yang terpampang gagah, besar, dipahatkan pada tembok batu. Read more » Jele Melah Gumi Gelah

Jero Ketut

Entah kenapa pula, binatang menjijikkan yang biasa hidup di selokan kotor itu mendapat nama terhormat sebagai “Jero Ketut”. “Ape madan Jelo Ketut, kaki?” (Apa yang bernama Jero Ketut, kakek?) Tanya si cucu kepada kakeknya, Nengah Diarta, di suatu pagi, ketika si kakek sedang asik menghirup kopi hangat ditemani ketela rebus.

“Bikul!” (Tikus!) jawab si kakek ketus dengan nada kesal mengarah benci.

Bukan kepada cucunya yang baru belajar ngomong ini, tetapi kepada tikus-tikus yang serakah, memakan apa saja, dari hasil panen sampai kabel listrik, bahkan sepatu cucunya tak lepas dari perhatian si tikus. Read more » Jero Ketut

Bajang Colong

“Bangun, bangun, suba tengai, dong adi leplep gati je pulesne I Gde, ibisanje sube orain, de megadang; Beli, dundun je panake tunden nguling, nyanan sube rauh Ida Bhagawan tonden masi lebeng gulinge, lek atine, oo!”

(Bangun, bangun, sudah siang, wah kok nyenyak sekali tidurnya I Gde, semalam sudah diingatkan, jangan melek; Kak, bangunin anakmu itu suruh membuat babi guling, nanti sudah datang Ida Bhagawan belum juga matang babi gulingnya, kan malu lho!). Read more » Bajang Colong