Bobabe Perlu Juarine Kanggo

Kesadaran manusia telah memasuki zaman edan (zaman kali) mungkin awalnya dirasakan tahun enam puluhan oleh maman Wirya, penjual daging babi keliling asal Banjar Jawa, Singaraja. Sambil bernaung dari terik matahari siang yang menyengat tengkuknya, maman Wirya duduk setengah bersender di sebatang pohon singapur di tepi jalan Giri Putri.

Dia memikirkan pasang surut usaha kecil-kecilan yang ditekuninya sejak lima tahun lampau. Dengan rajin mulai jam empat dini hari maman Wirya naik sepeda gayung dari rumahnya ke Kampung Tinggi menemui jagal cina bernama Babah Leong. Read more » Bobabe Perlu Juarine Kanggo

A Ceeng

Sebuah alat takar yang digunakan di pasar pedesaan Bali Utara sampai sekarang, ada yang bernama ceeng (e dibaca seperti ‘enak’). Ukuran ceeng beragam mulai dari 1/4 kg, 1/2 kg, dan 1 kg. Bentuknya bulat berpinggiran setinggi 2 – 3 Cm, dari bahan aluminium.

Sebelum ada aluminium yang ringan, dahulu ceeng dibuat dari kuningan atau perunggu. Beras ditakar dengan ceeng, kemudian diratakan sebatas permukaan, maka itulah ukuran yang pasti. Di zaman Belanda kebenaran ukuran ceeng diperiksa oleh Mantri Pasar. Read more » A Ceeng

Narat

Hiruk pikuk di Pura Desa tiada henti-hentinya sejak tadi pagi. Hari ini adalah Hari Piodalan, memperingati berdirinya Pura yang megah setiap hari Umanis Galungan sejak berabad lampau.

Kemarin lambang-lambang Ida Bhatara sudah diturunkan dari Gedong Simpen, diiring mesucian ke segara. Sekitar jam sembilan pagi saya mulai muput upacara piodalan, atas permintaan panitia beberapa minggu sebelumnya. Read more » Narat

Spanyol

The next story after: Gerbang Hindu di Kedung Gebang

Kunjungan kedua kali tanggal tujuh belas September ke Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi membawa kenangan lain, lebih indah dari kunjungan pertama bulan April yang lalu. Selain keramahan penduduk yang menyambut, juga kenalan-kenalan lama berebut menjabat tangan saya.

Pembicaraan lebih akrab, lebih ramai, tidak sungkan-sungkan lagi, dan lebih terbuka. Saya juga lebih berani dan lugas menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi tanpa menyinggung perasaan mereka. Read more » Spanyol

Sing Dot

Gede Madia bekerja serabutan, artinya mau dan mampu bekerja apa saja. Tentu bagi rakyat kecil seperti dia, kalimat bekerja apa saja artinya terbatas pada jenis pekerjaan kasar.

Lebih lugas lagi, jenis pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan bukan mengandalkan kepintaran otak. Maklum saja, karena dia hanya sempat menikmati pendidikan formal sampai SD kelas 4 di desa. Read more » Sing Dot