Tejakula adalah sebuah Desa yang menjadi ibu kota Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali. Terletak 40 km arah ketimur kota Singaraja. Kecamatan Tejakula menjadi batas timur Kabupaten Buleleng dengan Kabupaten tetangga, Karangasem.
Catatan tertua tentang sejarah Desa Tejakula ditemukan pada prasasti Sembiran yang dikeluarkan oleh Raja Sang Ratu Sri Janasadhu Warmadewa pada tahun 975 M. Ketika itu Tejakula bernama Hiliran. Hiliran artinya hilir atau bagian bawah. Nama ini sesuai dengan letak geografis Tejakula yang berada di bawah bukit dan di pinggir laut.
Ketika Raja Jayapangus berkuasa tahun 1177 M, nama Hiliran diganti menjadi Paminggir. Kata Paminggir berasal dari pinggir, artinya di pinggir/di tepi. Nama ini sesuai dengan letaknya di pinggiran pusat kerajaan yang ketika itu berada di Bedahulu (Kabupaten Gianyar sekarang).
Pinggir dalam bahasa Sanskerta : kula. Pada tahun 1932 M ada batu meteor jatuh di dekat Desa Paminggir yang nampak sebagai sinar atau cahaya. Dalam bahasa sanskerta sinar disebut teja. Maka sejak saat itu nama Desa Paminggir diganti menjadi Tejakula, yang artinya sinar dari daerah pinggiran. Ini tercatat dalam prasasti Sima Desa Tejakula tahun 1932 M.

Recent Comments