Tumpek Landep adalah hari di mana kita bersujud kepada Sanghyang Widhi karena telah memberikan kemampuan pada pikiran kita untuk menggunakan benda-benda logam dalam memudahkan kehidupan kita.
Mungkin ada kaitannya dengan zaman perunggu, awal dari penemuan logam.
Banten yang digunakan pada saat Tumpek Landep:
- Pejati (tegteg daksina, pers, ajuman)
- Pengulapan – pengambean
- Prayascita
- Tebasan Pasupati
- Segehan manca warna
Dihaturkan di Sanggah Pamerajan, kemudian semua benda dari logam (mobil, sepeda motor, mesin jahit, pisau, dll) di-’tatabin’ banten-banten itu, kemudian diperciki tirta pasupati.
Mantramnya:
OM PASUPATI PURWA DESANTA AGNI RASA SARIPATI SRI-SRI PASUPATI OM PHAT
Demikian dengan kalimat yang sama, masing-masing untuk: ‘daksina’, ‘pascima’, ‘utara’ dan ‘madya’.

Om Swasti Astu
Mohon Bhagawan memberikan pencerahan mengenai anak yang diangkat dari saudara yang sudah dibuat upacara di Bali menjadi anak angkat, sekarang anaknya kembali lagi ke Bapak kandungnya.
Apakah pengaruh upacara tersebut untuk selanjutnya, diperlukan atau tidak upacara untuk mengambil kembali anak yang sudah diangkat.
mohon pencerahan Sri Bhagawan,
Om Santhi Santhi Santhi Om
Ketut S
Om Swastyastu
Ya betul perlu ada upacara membalikkan si anak ke sanggah ortu kandungnya dengan mepiuning saja memakai banten pejati sebuah.
Om Santih, santih, santih, Om