Weda (Sruti dan Smrti)

QUESTION :

Sampai sekarang saya belum pernah lihat, apalagi membaca weda. Di mana saya bisa mendapatkan weda (sruti dan smrti)?

ANSWER :

Kitab suci Weda diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Weda Sruti atau Catur Weda Samhita terdiri dari:

  1. Reg Weda
  2. Sama Weda
  3. Yayur Weda
  4. Atharwa Weda

2. Weda Smerti atau Pancama weda terdiri dari:

  1. Wedangga:
    1. Siksa
    2. Wyakarana
    3. Chanda
    4. Nirukta
    5. Jyotisha
    6. Kalpa
  2. Upaweda:
    1. Purana
    2. Itihasa
    3. Niti Sastra
    4. Ayur Weda
    5. Gandharwa Weda

Rangkuman yang merupakan resume Weda Sruti dan Smerti itu, di Bali disebut “Nibandha” atau dalam kata sehari-hari: Lontar, yang terdiri dari:

  1. Sarasamuscaya
  2. Purwamimamsa
  3. Bhasya
  4. Brhattika
  5. Tantra
  6. Brahmasutra
  7. Wedantasutra
  8. Wahya
  9. Brahmamimamsa
  10. Uttaramimamsa
  11. Wariga
  12. Itihasa (Mahabharata, Ramayana)
  13. Puja Mantra
  14. Babad
  15. Tantri

Cara menemukan:

  1. Weda Sruti dan Smerti ada di toko-toko buku di Denpasar, dijilid terpisah-pisah karena sangat tebal. Namun belum seluruhnya bisa didapatkan sekaligus, selain karena pencetakan/ penerbitannya perlu waktu lama, juga total harganya akan mahal.
  2. Nibandha dapat ditemukan di Gedong Kirtya (Perpustakaan Hindu) di Singaraja.

27 comments to Weda (Sruti dan Smrti)

  • 1
    luh ayuni says:

    saya punya veda n bisa ikut belajar b sanskerta hub 081916445433

    • 1.1
      made genderiawan says:

      susah ya belaja bahasa sansekerta,saya kepingin sekali mengenalnya,terus bagaimana dengan biaya dan jadwalnya….?

      • Bhagawan Dwija says:

        @made genderiawan: Coba hubungi Bapak Doktor Sonvir, di Lembaga India-Indonesia, kantornya di Renon, Denpasar.

        • kadek says:

          Om Swastyastu ratu bhagawan….
          menyambung jawaban ratu bhagawan di atas,,,,tyang sempat membaca buku dr. sonvir tentang yoga. Bisakah belajar yoga dengannya?
          dan adakah lokasi berlatihnya disekitaran denpasar?
          Jika ratu bhagawan uning, tyang ingin minta alamat lengkapnya yang di denpasar Ratu. Suksma.

          oya ratu, tyang juga ingin bertanya, benarkah yoga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan ketenangan jiwa kita? suksma. Om Santih Santih Santih Om.

          • Om Swastyastu,

            Ya beliau adalah juga seorang yogi, hubungi beliau di alamat diatas, Lembaga India-Indonesia di Renon, Denpasar.

            Om Santih, santih, santih, Om

  • 2
    yanswana says:

    Om Swastyastu,
    Saya ingin menanyakan:
    1. Sebenarnya apa arti dari weda sruti dan weda smrti.
    2. Apa perbedaan dari kedua weda tersebut
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    • 2.1
      Bhagawan Dwija says:

      @yanswana: Klasifikasi Weda menurut Maha Rsi Manu, yang disebarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Bali sebagai berikut :
      1. Weda Sruti = Catur Weda Samhita terdiri dari : Reg Weda (10 Mandala, dengan 10 Upanisad), Sama Weda (1810 Mantra dengan 16 Upanisad), Yayur Weda (101 Resensi dengan 19 Upanisad untuk Yayur Weda putih dan 32 Upanisad untuk Yayur Weda hitam) dan Atharwa Weda (5987 Mantra dengan 31 Upanisad)
      2. Weda Smerti = Pancama Weda terdiri dari Wedangga dan Upaweda. Wedangga terdiri dari Siksa (Phonnetik), Wyakarana (Tata Bahasa), Chanda (Lagu), Nirukta (Sinonim & Anonim), Jyotisa (Astronomi) dan Kalpa (Ritual). Upaweda terdiri dari : Purana, Itihasa (Ramayana dan Mahabharata), Nitisastra, Ayus Weda, dan Gandharwa Weda.
      Catur Weda Samhita adalah 4 himpunan mantra-mantra Weda yang mengandung mantra upasana (kebaktian, pemujaan, persembahan kurban), ajaran filsafat, susila, pendidikan, theologi. Catur Weda Samhita adalah Wahyu Sanghyang Widhi yang diterima oleh para Maha Rsi
      Weda Smerti bukanlah Wahyu Sanghyang Widhi, tetapi petunjuk-petunjuk tertentu dari para Maha Rsi untuk mendalami Catur Weda Samhita dan buku-buku yang menunjang pemahaman Weda

      • De'Oka says:

        Om Suastiastu Ratu Bhagawan…

        yang saya tangkap…
        Sruti itu..adalah murni wahyu tuhan….(ketentuan pokok yang murni dan bukan penafsiran)

        Sedangkan Smerti itu adalah penjelasan(petunjuk) yang dibuat para Rsi untuk memahami sruti…(semacam penjelasan dari ketentuan pokok (sruti)
        dalam bahasa hukumnya… mungkin smerti itu adalah aturan pelaksaaan dari sruti…

        Pada pelaksanaan di lapangan… yang menjadi referensi umat hindu di bali adalah smerti (lontar2)
        dalam artikel “sengsara” dikisahkan keluarga made sutisna jatuh miskin karena upacara ngaben kakekna yang dibiayai dari sawah dan ladangna (dijual)…mungkin d sini ada kurang pahamnya kelompok masyarakat atas smerti.

        artikel ini mendapat 2 jempol… like this….(gambarna ngga ada… maaf)
        matur suksma Ratu Bhagawan.

  • 3
    made dharma says:

    saya mau nanya makna air menurut kitab suci weda bagaimana. ? tolong dibanttu saya

    • 3.1

      Om Swastyastu,

      Tentang air menurut keyakinan Agama Hindu di Bali :

      1. Air = Apah, salah satu dari panca mahabhuta (lima keberadaan alam semesta : pertiwi = tanah, apah = air, bayu = udara, teja = matahari, akasa = angkasa). Tuhan menciptakan tubuh manusia menggunakan apah sebagai bagian yang cair misalnya : darah, keringat, air kencing, air kelenjar-kelenjar, dll. Oleh karena bagian dari panca mahabhuta maka air adalah sumber kehidupan.

      2. Air adalah sakral karena sebagai pelinggihan Bhatara Wisnu

      3. Air sebagai bagian dari panca-upakara dalam kegiatan ritual dan persembahyangan. Panca-upakara adalah : air, api, bunga, biji-bijian, dan harum-haruman. Oleh karena itu tiada upacara/upakara yang tidak menggunakan air.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 4
    nuada says:

    mohon penceraahan Hyang Begawan.:
    Umur ty sdh 52 thn. selaku umat rada bingung di satu sisi tyg selaku umat hindu di bali ( selatan, badung ) pelaksanaan caru dengan korban hewan dari ayam sampai kerbau, mungkin saja di seluruh bali sperti itu.
    Pada salah satu sastra hindu yg pernah saya baca sy temukan istilah panca pilar yg jadi dasar beragama( hindu ) yg disebut PANCA PILAR, Yaitu Satya, darma, shanti, prema dan ahimsa. dan satu lagi saya diawal buku begawad gita/prabu pada wedanta : ada gambar disertai penjelasan ” Bahwa ida sang hyang widi menempati smua rusang dan waktu, tak terbatas, disemua mahluk baik yang bernyawa (manusia, hewan dll )yg tak bernafas pohon dll. Beliau ada dissitu sbg unsur inti dasar.
    Dalam hati sy sering bergolak, kenapa antara sastra dan pelaksanaan sehari2 tidak nyambung A HIMSA TAK NYAMBUNG DENGAN CARU, pEMBUNUHAN binatang untuk caru seperti memotong ekosistem yg tercipta oleh Tuhan. Artinya manusia lbh kuasa atas pembunuhan binatang.
    Sekian , atas pencerahan Hyang Begawan terima kasih Om shanti shantshanti OM.

    • 4.1

      Om Swastyastu,

      Mengenai caru dan pembunuhan hewan, ada artikel di web ini dengan judul “Caru” Coba dibaca. Disana juga dijelaskan tentang ahimsa, sesuai kompendium Hukum Hindu yakni Manawa Dharmasastra.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 5
    gede sugiarta says:

    omswastyastu hyng begawan..
    z ingin bertx tentng sorga dan neraka,
    apakh sorga dan neraka itu bnar adanya??
    dan apakah kelahiran kita didunia ini memang benar dipengaruhi oleh sorga dan neraka yg dsebut sorga sutha atau neraka sutha?
    dan bla memang benar begitu, bagaimana carax atman menerima karmanya setelah kita meninggal, sedangkan atman sudah tak terikat lagi dengan hal-hal duniawi atau perasaan, karena spengetahuan z atma adalah percikan tuhan dan memiliki sifat-sifat yg hampir sama dengan tuhan yang tak berwujud, tak tersakiti dan sebagainya?
    mohon penjelasannya hyang begawan.

  • 6
    NK.Renik says:

    om swastyastu Ratu! tiang mau bertanya, berapa orang rsi yang menulis kitab weda sruti? kalau tiang boleh tau nama-nama rsinya sekalian? suksma.

    • 6.1

      Om Swastyastu,

      Weda apauruseyam, artinya bukan dari manusia, tetapi “sruti” yang diterima oleh para “Dewa Rsi”. Yang dimaksud dengan sruti adalah gema sabda Tuhan, yang didengar atau swaranada yang dalam bahasa kekinian disebut juga wahyu. Sruti ini diperoleh melalui dua cara, yakni : Darsanam (pertemuan dengan avatara) dan Upanisad yakni pikiran suci dari Tuhan yang merasuk ke alam pikiran Dewa Rsi.

      Para Dewa Rsi adalah :
      1. Grtsamada
      2. Wiswamitra
      3. Wamadewa
      4. Atri
      5. Bharadwaja
      6. Wasistha
      7. Kanwa
      Karena jumlahnya tujuh orang maka dalam kitab Manawa Dharmasastra mereka disebut “Sapta Rsi”

      Sapta rsi menerima wahyu tidak dalam waktu bersamaan disuatu tempat, tetapi di tempat dan waktu berbeda. Tempat penerimaan wahyu adalah di lembah sungai-sungai di India :
      1. Gangga
      2. Saraswati
      3. Sindhu
      4. Wipaca
      5. Kauciki
      6. Yamuna
      7. Sarayu
      Oleh karena itu ke tujuh sungai disebut sebagai sapta gangga (sungai suci). Air sungai suci digunakan sebagai sarana bhakti pemujaan kepada-Nya. Di India pemeluk Hindu dapat lebih mudah memperoleh sapta gangga, walaupun mereka harus berjalan kaki sejauh ratusan kilometer. Di Bali tentu tidak semudah saudara-saudara kita di India mendapatkan sapta gangga (air suci). Untuk keperluan bhakti pemujaan, para Rsi/Mpu sejak abad ke-8 telah mengajarkan dua prosesi mendapatkan air suci :
      1. Para Sulinggih membuat air suci dengan melakukan ngargha tirta disaat nyurya sewana. Air suci itu ditempatkan dalam sebuah bejana (argha) yang berisi swambha. Kata swambha berasal dari dua kata : Siwa = Tuhan, dan Ambha = air. Jadi swambha = air Tuhan.
      2. Gangga bermuara ke laut. Oleh karena itu dalam pandangan/keyakinan umat Hindu di Bali, laut di seluruh dunia telah disucikan. Maka di Bali berbagai upacara selalu berhubungan dengan laut misalnya ngaben, melasti, melukat, dll.

      Wahyu Weda yang diterima oleh sapta rsi diteruskan/diajarkan kepada siswa-siswa mereka secara lisan karena ketika itu bentuk tulisan belum dikenal. Barulah sekitar 6.000 tahun sebelum Masehi, Bhagawan Bhyasa (Abhyasa) atau bhiseka lain beliau Krsnadvipayana, melakukan sebagai berikut :

      1. Menamakan wahyu-wahyu (sruti) itu sebagai Weda Sruti

      2. Bersama empat siswa utamanya menyusun dan menuliskan Weda Sruti dalam empat himpunan (samhita), yakni :
      a. Pulaha, menyusun Rgveda
      b. Waisampayana, menyusun Yayurveda
      c. Jaimi, menyusun Samaveda
      d. Sumantu. menyusun Atharvaveda

      3. Keempat himpunan itu dinamakan juga Catur Weda Samhita, artinya : empat himpunan weda sruti

      Sumber :
      1. Veda, sabda suci, pedoman praktis kehidupan. I Made Titib, Paramita, Surabaya, 1996
      2. Weda Parikrama, G Pudja MA SH, Penerbit Setia, Jakarta, 1977
      3. Manawa Dharmasastra, G Pudja dan Tjokorda Rai Sudharta MA, 1973

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 7
    sugata wiraguna says:

    selama ini banyak sekali buku tentang weda yang tersebar luas di masyarakat namun yang ingin saya cari adalah weda yang mengajarkan akan artinya sebuah jalan kehidupan di mana telah di katakan oleh basudewa krisna pada arjuna dalam percakapan perang baratayuda

  • 8
    sugata wiraguna says:

    saya mohon adanya petunjuk tentang ajaran weda seruti karna di mana saya belum begitu memahami akan arti tentang jalan kehidupan yang di ajarkan dala ajaran seruti itu sendiri yang paling sangat penting adalah bagaimana menjalankan sebuah paradigma keiklasan yang tertuang dalam ajaran weda itu sendiri sebab yang saya lihat selama ini terlalu banyak dan tak sedikit yang mengatakan akan dirinya tentang ke iklasan itu sendiri. Mohon yang begawan memberikan pencerahan dalam menjalankan kewajiban sebagai darmanya pinandita

  • 9
    komang suasana says:

    om sawstiastu …… bgmn mantra agar bs kosenrasi

  • 10
    krisna says:

    pertanyaan saya apa sesungguhnya inti dari kitab Rg.veda mandala 1?mohon penjelasannya

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting