Merenovasi Bangunan

QUESTION:

Di kampung, saya mempunyai bale dangin dengan 8 saka, saya bermaksud untuk merenovasi bangunan tersebut, namun tidak semua saya ganti.

Ke 8 saka-nya masih bagus dan akan digunakan lagi, yang mungkin diganti adalah canggah wang, iga-iga atap dan sedikit diberi hiasan. Mengenai ukuran semuanya tetap.

Pertanyaan saya, apa ada upacara sebelum pembongkaran dilakukan? kalau ada apa bantennya? Bagaimana proses upacaranya (mohon ijin niskala pada siapa saat pembongkaran), jika renovasi sudah selesai apakah perlu diadakan “pemakuhan” lagi, atau cukup dengan di “ulapin” saja?

ANSWER:

Tata-cara merenovasi bangunan Bali sbb.:

1. Yang tidak boleh diganti: likah, bale (kalau ada), dan adegan yang dilubangi untuk likah bale tidak boleh ditutup/dihilangkan.

2. Matur piuning ring niskala kepada Bhagawan Wismakarma, dengan cara mendirikan sanggah cucuk di hulu bale dangin, dengan banten pejati. Mecaru a brunbun.

3. Bahan-bahan bekas tidak boleh digunakan untuk apapun, melainkan di ‘prelina’ dengan banten tebasan pralina dan tirta dari sulinggih.

4. Selesai merenovasi adakan upacara: memakuh, mlaspas, ngulapin, meprayascita, maurip-urip/ matatorik, mepasupati. Masing-masing dengan banten: tebasan pemelaspas, pengulapan/ pengambean, prayascita, tebasan pasupati. Caru a brunbun.

    Leave a Reply

      

      

      

    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Subscribe without commenting