Pelangkiran di Kamar Tidur

QUESTION:

Titiang mohon penjelasan/ pencerahan yang lebih jelas perihal: Pelangkiran Di Kamar Tidur. Kamar Tidur I (Pertama), tiang menaruh pelangkiran kayu yang ditempel di dinding dan apabila maturan, banten dihaturkan kepada Ida Bhatara Dharma.

Kamar Tidur II (kedua), tiang juga menempatkan pelangkiran kayu, namun banten kahatur kepada Ida Shangyang Paturon. Sekarang karena saya telah membaca beberapa tulisan dari Ida Bhagawan bahwa Pelangkiran yang ada di kamar tidur itu khususnya ditujukan kepada Kanda Pat, untuk itu mohon saya diberikan tambahan pencerahan: Read more » Pelangkiran di Kamar Tidur

Siwaratri, Nunas Tirta, dan Upawasa

QUESTION:

  1. Di kala masiwaratri, apakah nunas tirta tidak menyebabkan upawasa kita batal?
  2. Bagaimana caranya memproteksi diri terhadap pengaruh agama lain?

ANSWER:

1. Di kala masiwaratri, nunas tirta tidak menyebabkan upawasa kita batal, karena yang diminum itu bukan air biasa, tetapi air yang sudah diberkati Hyang Widhi. Di samping itu tirta yang diminum tujuannya bukan untuk memuaskan dahaga, tetapi untuk mohon berkat. Read more » Siwaratri, Nunas Tirta, dan Upawasa

Pemangku dan Tirta Pengentas

Pemangku adalah Tapakan Widhi artinya dia adalah orang yang ditunjuk menjadi “pelayan” utama dalam Dewa Yadnya khususnya di Pura atau Sanggah Pamerajan di mana dia bertugas.

Oleh karena itu dia wajib menjaga kesucian lahir/ batin. Dalam Hindu ada disebutkan tentang “cuntaka”, yaitu keadaan tidak suci menurut pandangan agama Hindu, antara lain menyangkut masalah kematian. Read more » Pemangku dan Tirta Pengentas

Menjaga Kesucian Pura

Sebuah pertanyaan menggelitik pernah diajukan kepada saya oleh seorang pemuda dengan jujur dan terbuka: “Mengapa Pura harus dijaga kesuciannya, dan apa pula kriteria kesucian itu” dilanjutkan dengan pertanyaan yang lehih sulit dijawab: “Bukankah Sanghyang Widhi ada di mana-mana, walaupun di tempat kotor dan nista sekalipun?”

Pertanyaan anak muda ini tentu tak bisa diabaikan hanya dengan menjawab singkat “Ya, memang harus begitu!” Read more » Menjaga Kesucian Pura

Kamandalu: Tirtha Wasuh Pada Berkah Dewata

Upacara untuk memohon Tirtha Wasuh Pada yang merupakan berkah para Dewa kepada seluruh masyarakat pemuja, dilakukan sepenuhnya oleh Pemangku Pura. Pelaksanaannya, tahap demi tahap adalah sebagai berikut:

1. Menyucikan Sajen-sajen

Untuk menyucikan sajen-sajen sehingga patut dipersembahkan kehadapan para Dewa, Pemangku memerlukan air suci yang disebut Tirtha Pengeresik Banten. Read more » Kamandalu: Tirtha Wasuh Pada Berkah Dewata

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11