Upacara Tutug Kambuhan

PENDAHULUAN

Upacara Tutug Kambuhan di tempat berbeda di Bali, disebut juga sebagai upacara: Kambuhan, Macolongan, dan Tutug Kakambuhan. Bermakna sama, sebagai suatu upacara yang dilakukan saat bayi berusia 42 hari (a-bulan pitung dina = 1 bulan 7 hari menurut perhitungan Kalender Bali).

Tujuannya adalah: membersihkan jiwa raga sang bayi dan ibunya dari segala noda dan kotoran, dan berterima kasih kepada “Nyama Bajang” si bayi atas bantuannya menjaga si bayi sewaktu masih dalam kandungan dan mohon agar mereka kembali ke tempat asalnya masing-masing. Continue reading Upacara Tutug Kambuhan

Kejahatan Akan Terwujud Bila …

Kebetulan semalam saya baru menonton film di Indovision: “Tears of The Sun”. Pada penutup film ada kata-kata mutiara: “Kejahatan akan terwujud bila orang-orang baik berdiam diri”. Kata-kata ini sangat berkesan dalam pikiran saya.

Dalam konteks ini, maka wejangan Sri Krishna di Bhagawadgita Bab II pasal 33 tentang Teori Samkhya dan pelaksanaan Yoga, sangat tepat. Continue reading Kejahatan Akan Terwujud Bila …

Galungan dan Kuningan

QUESTION:

Berdasarkan peninggalan/ warisan dari pendahulu kami, selama ini sesajen yang kami haturkan untuk di pelinggih utama maupun beberapa pelinggih yang lebih kecil lainnya pada setiap Hari Raya Galungan adalah: Pejati.

1 soroh pejati ini berisikan: banten Peras, daksina, tipat kelanan, ajuman, canang Buah, canang pesucian dan penyeneng dilengkapi pula dengan banten Lekan (sesajen sebuah tumpeng putih beralas taledan lengkap dengan raka-raka dan sebuah wakul daksina tanpa serembeng yang berisikan jajan sesamuhan 7 macam, antara lain: bungan temu, lawat buah lawat nyuh, simbar, kelongkang, kemimitan, dan saraswati dilengkapi sampiyan sri kekili). Continue reading Galungan dan Kuningan

Banten – Fungsi dan Besarnya

Banten disebut juga Bali, Bhakti atau Upakara, mempunyai 5 fungsi:

  1. Sebagai niyasa (simbol) Hyang Widhi/ Dewa/ Bhatara-Bhatari
  2. Sebagai sarana penyucian
  3. Sebagai sarana penyaksian (saksi) untuk acara tertentu
  4. Sebagai ayaban (aturan/ persembahan, cetusan rasa bhakti)
  5. Sebagai tataban (prasadam/ berkah yang kemudian disantap setelah ngelungsur ayaban) Continue reading Banten – Fungsi dan Besarnya