Membaca Weda

QUESTION:

  1. Saya sampai sekarang belum pernah membaca Weda, apakah sebaiknya saya harus membaca Weda?
  2. Di zaman sekarang ini, paling gampang menilai sesuatu dengan membandingkan dengan yang lain. Umat lain sangat mengagung-agungkan Kita Suci-nya.  Saya sebagai umat Hindu, punya Weda saja tidak, apalagi pernah membaca, atau menerapkan ajaran Weda?
  3. Saya ingin membaca Weda, tentunya dengan bahasa yang saya mengerti (terjemahannya ada). Boleh atau tidak? Continue reading Membaca Weda

Pramana

Dalam kamus bahasa Kawi “Pramana” antara lain berarti: “tahu akan”. Jadi dalam konteks “Agama Pramana” dapat diartikan bahwa manusia tahu akan Tuhan (Hyang Widhi) karena mempelajari kitab-kitab Agama.

Dalam proses belajar seseorang menerima banyak statemen antara lain dari Veda Smrti, dan Upanisad yang keduanya merupakan ulasan atau penjelasan terhadap Veda Sruti (Wahyu Hyang Widhi). Continue reading Pramana

Penghargaan Terhadap Sulinggih

QUESTION:

Tiyang perhatikan para sulinggih/ pandita/ pemuput karya sering kegiatannya sangat padat. Terlebih lagi kita di Hindu cukup banyak upacara yang beruntutan. Kegiatan muput karya memerlukan kondisi fisik yang baik, sehingga dapat berkonsentrasi optimal.

Tidak jarang karena kewajiban melayani umat sedemikian, para pemuput karya menjadi terforsir tenaganya, lama kelamaan… yah… bisa jatuh sakit. Continue reading Penghargaan Terhadap Sulinggih