Astha Brata

Om Awignamastu namo siddham. Astha Brata menurut Lontar Dharmasastra Raja adalah pedoman bagi seorang Kesatrya, pemimpin yang bertanggung jawab pada kelancaran jalannya pemerintahan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Butir-butir Astha Brata adalah:

  1. Indra Brata, berpikir, berbicara dan bersikap adil, tanpa melihat factor-faktor hubungan kekeluargaan, kekerabatan, atau hubungan kepentingan pribadi lainnya. Ia hendaknya berpegang teguh pada peraturan dan perundangan yang berlaku serta melaksanakan kewajiban sesuai dengan sumpah jabatan. Read more » Astha Brata

Batur

In 1926, during the violent eruption of Mt. Batur, the original village of Batur, at the southern foot of the mountain, was totally destroyed. The villagers, unharmed but homeless, moved up onto the high ridge overlooking their original home, and began the task of rebuilding their temple, Pura Ulun Danu. Work on this temple is still underway, and they are creating one of the most impressive temples on the islands. Its stark meru towers stand out against the backdrop of the smoking volcano. Read more » Batur

Goa Gajah

Literally means Elephant cave, and it is a “T” shaped cave. This was an ancient monastery of Hindu and Budhist monka who used to meditate in the cave. It is believed that the cave was built in the early 11th century. Its face is elaborately carved, depicting a demon head splitting open the rock with its bare hand at the mouth of the cave. Read more » Goa Gajah

Rejeki Untuk Persembahan

QUESTION:

  1. Jika mendapat rejeki/ gaji di palinggih mana terlebih dahulu dihaturkan; bagaimana ayaban-nya.
  2. Jika menempati tanah baru digunakan perumahan lalu ada proses ngantukang Bethara Sri. Pertanyaannya apakah boleh tidak keantukang lalu dibuatkan pelinggih Bethara Sri saja.
  3. Menurut lontar Purwa Gama Sesana disebutkan tidak boleh mengambil barang-barang yang ditinggalkan di tempat upacara, lalu barang itu diserahkan ke Panitia. Pertanyaannya, bagaimana jika barang itu tidak ada yang mengambil dan dibawa oleh Panitia. Read more » Rejeki Untuk Persembahan

Mengatasi Biaya Tinggi Upacara

Melaksanakan upacara Yadnya dewasa ini memerlukan biaya yang tinggi sedangkan keadaan perekonomian di Indonesia khususnya di Bali sulit akibat krisis moneter yang berkepanjangan. Di sisi lain umat Hindu berkewajiban melaksanakan Panca Yadnya.

Keadaan ini lebih dipersulit karena Tri Manggalaning Yadnya kurang mendalami Tattwa atau “Sastra Dresta”, dan sangat terpengaruh pada “gugon tuwon” atau “Kuna-Desa-Loka Dresta”. Read more » Mengatasi Biaya Tinggi Upacara