Prosedur Mengikuti Agama Suami yang Non Hindu

QUESTION:

Bagaimana prosedur keagamaan yang harus dilakukan jika putri saya mengikuti agama suaminya yang non Hindu?

ANSWER:

Apabila putri anda menikah dengan pria lain agama dan kemudian mengikuti agama suaminya maka upacara mepamit perlu dilaksanakan di Sanggah Pamerajan serta didampingi calon suaminya. Read more » Prosedur Mengikuti Agama Suami yang Non Hindu

Bajang Colong

“Bangun, bangun, suba tengai, dong adi leplep gati je pulesne I Gde, ibisanje sube orain, de megadang; Beli, dundun je panake tunden nguling, nyanan sube rauh Ida Bhagawan tonden masi lebeng gulinge, lek atine, oo!”

(Bangun, bangun, sudah siang, wah kok nyenyak sekali tidurnya I Gde, semalam sudah diingatkan, jangan melek; Kak, bangunin anakmu itu suruh membuat babi guling, nanti sudah datang Ida Bhagawan belum juga matang babi gulingnya, kan malu lho!). Read more » Bajang Colong

Nasehat Saraswati

1. Saraswati adalah “tonggak peringatan, agar kita (umat Hindu) menyadari bahwa ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

2. SDM terdiri dari dua: fisik dan non fisik. Fisik adalah kesehatan dan kebugaran tubuh. Non-fisik adalah “kesehatan/ kesempurnaan”: Spiritual, Emosional, dan Intelektual. Read more » Nasehat Saraswati

Cuntaka Untuk Profesi Tertentu

QUESTION:

Ida Pandita yang saya sucikan, membaca rublik Umat Bertanya pada halaman 64 edisi 115 bulan Februari 2007 tentang Cuntaka: Di mana seseorang terkena cuntaka bila ikut membantu memindahkan atau mengangkat korban/ mayat akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Pertanyaan saya adalah bagaimana menurut Ida Pandita Nabe (atau menurut Kitab Suci) jika hal tersebut di atas dilakukan oleh seorang umat karena tugas/ profesi misalnya sebagai dokter forensik, polisi, sopir ambulan dan lain-lain yang mana hampir setiap hari berhubungan dengan mayat. Read more » Cuntaka Untuk Profesi Tertentu

Jero Gede dan Jero Mangku Gede

QUESTION:

Ida Sri Bhagawan yang saya hormati, saya melihat di Desa-Desa banyak ada orang yang bergelar Jero Gede dan Jero Mangku Gede, di mana mereka menjadi seperti itu bukan karena kejumput oleh Ida Bethara di suatu Pura atau Sanggah Pamerajan, tetapi karena belajar sendiri lalu mawinten.

Beberapa diantara mereka ada yang bersikap berlebihan misalnya mengambil alih tugas Jero Mangku yang resmi serta muput-muput karya di masyarakat. Mohon penjelasan Ida Sri Bhagawan, apakah tindakan mereka itu dapat dibenarkan? Read more » Jero Gede dan Jero Mangku Gede