Doa Untuk Mendapatkan Keturunan (Anak)

QUESTION:

Mohon kepada Ida Bhagawan, kiranya dapat memberikan penjelasan kepada saya.

Pertama, doa permohonan untuk mendapatkan keturunan (anak). Dan apa pula dan syarat-syarat yang harus dijalani supaya doa bisa terkabul. Lalu doa-doa itu dapat dibaca dan dipelajari dalam kitab apa. Mohon petunjuk.

Kedua, saat ini, walaupun saya telah mengadopsi anak (perempuan) dan telah ditetapkan melalui keputusan pengadilan/ kantor catatan sipil. Lalu bagaimana dengan tradisi budaya Bali, apakah anak tersebut mempunyai kewajiban yang sama dengan orang tuanya, bagaimana menyangkut hak-haknya? Continue reading Doa Untuk Mendapatkan Keturunan (Anak)

Puputan Monument

Museum Renon or Museum of Balinese’s people fighting was established in 1980. The idea came from Dr. Ida Bagus Mantra which at that time was the Governor of Bali. The idea was out to commemorate Balinese’s people fighting against colonizer. In 1981 a monument design competition was held and won by Ida Bagus Yadnya, students of architecture Faculty of Engineering, University of Udayana. Continue reading Puputan Monument

Hubungan Kerja PHDI

QUESTION:

1. Bagaimana sesungguhnya hubungan kerja antara PHDI di berbagai tingkatan (PHDI pusat dengan Tk.I dan Tk.I dengan Tk.II). Apakah hubungannya seperti atasan bawahan?

2. Apa sebetulnya hakikat pelaksanaan Dharma santhi? setiap pelaksanaannya terkadang memerlukan biaya besar untuk penyelenggaraannya. Kadang2 penyelenggaraannya terkesan dipolitisasi oleh oknum PHDI (khusunya di daerah Tk.I/II). Continue reading Hubungan Kerja PHDI

Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya

PENDAHULUAN

Kata-kata pembukaan dari Lontar Siwa Sasana kiranya perlu diingat kembali oleh para Sulinggih: … “Inilah Sang Sadaka yang patut dijadikan Guru Upadyaya (guru besar) oleh dunia, yaitu:

  1. Acarya Pandita adalah Sadaka yang paling tua termasuk yang umurnya paling tua
  2. Acarya yang pandai mengetahui tentang ilmu suara, tatabahasa, mendalami agama, dan teguh dalam ilmu pengetahuan Continue reading Sulinggih Sebagai Dhang Upadyaya